Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - jilbab - Belajar Taat Tanpa Menunggu Sempurna: Proses Jilbab yang Sering Disalahpahami

ArtikelKhazanahOpini

Belajar Taat Tanpa Menunggu Sempurna: Proses Jilbab yang Sering Disalahpahami

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/21 at 2:23 PM
Annisa Adelina
Share
Belajar Taat Tanpa Menunggu Sempurna: Proses Jilbab yang Sering Disalahpahami
SHARE

Beritaislam.com – Dalam perjalanan ketaatan, banyak muslimah terjebak pada satu anggapan keliru, harus menjadi baik dulu baru boleh berjilbab. 

Padahal, ketaatan tidak pernah mensyaratkan kesempurnaan. Menggunakan jilbab adalah kewajiban bagi muslimah berakal dan telaah balig seperti yang tertera dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 31.

وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۝٣١

Artinya: Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (sesama muslim), hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Hendaklah pula mereka tidak mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung. (QS. An-Nur: 31).

Jilbab justru sering menjadi pintu awal untuk belajar taat, bukan hadiah bagi mereka yang merasa sudah layak. 

Proses Belajar Menggunakan Jilbab Tanpa Takut Penilaian Manusia

Langkah awal yang penting adalah memahami sepenuhnya mengenai jilbab, mulai dari hukumnya, syaratnya, hingga alasan mengapa muslimah diperintahkan mengenakannya. 

Jilbab bukan sekadar simbol, tetapi perintah langsung dari Allah. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 59, Allah memerintahkan para perempuan mukmin untuk mengulurkan jilbab mereka agar dikenali dan tidak diganggu. 

Ayat ini menunjukkan bahwa jilbab adalah bentuk perlindungan sekaligus identitas ketaatan, bukan standar kesempurnaan akhlak.

Setelah memahami ilmunya, proses berikutnya adalah mulai membenahi diri dari hal-hal kecil. Tidak langsung sempurna bukanlah masalah. 

Mulai dengan meninggalkan pakaian yang ketat, pakaian yang nerawang, lalu perlahan belajar menutup aurat dengan lebih baik. Diiringi dengan belajar ilmu agama sedikit demi sedikit, proses ini akan terasa lebih ringan dan terarah. 

Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meski sedikit. 

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini menegaskan bahwa proses bertahap jauh lebih bernilai daripada menunggu sempurna tapi tidak melangkah.

Dalam proses ini, lingkungan juga sangat berpengaruh. Memperbanyak ikut kajian, mencari lingkungan yang baik, dan berkumpul dengan sesama muslimah dapat membantu menjaga istiqamah. Lingkungan yang sehat akan menguatkan, bukan menghakimi. 

Ketika melakukan kesalahan, sikap yang benar adalah bertaubat, bukan menyalahkan jilbab. Allah sendiri menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Dia Maha Menerima taubat hamba-hamba-Nya.

Adapun perasaan tidak pantas memakai jilbab karena merasa banyak dosa, itu bukan suara iman, melainkan bisikan setan yang ingin menjauhkan dari ketaatan. 

Saat perasaan itu muncul, memperbanyak istighfar adalah sikap yang tepat. Allah berfirman bahwa setan hanya bertugas menakut-nakuti manusia agar menjauh dari kebenaran. Sedangkan Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

Artinya: “Setiap anak Adam adalah orang yang berdosa dan sebaik-baiknya, orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat. (HR. At-Tirmidzi).

Belajar taat tanpa menunggu sempurna adalah kunci. Jilbab bukan akhir dari perjalanan, tetapi bagian dari proses panjang menuju ketaatan yang lebih utuh.

Baca Juga: Bahaya Saat Jilbab Dijadikan Tolak Ukur Akhlak yang Sering Terjadi di Masyarakat

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: jilbab, belajar berjilbaba, Proses Jilbab
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Takut Dicap Munafik: Ketakutan Muslimah Menggunakan Jilbab Takut Dicap Munafik: Ketakutan Muslimah Menggunakan Jilbab
Next Article Penyebab Muslimah Berjilbab Lebih Parah Dihujat Saat Melakukan Kesalahan di Media Sosial Penyebab Muslimah Berjilbab Lebih Parah Dihujat Saat Melakukan Kesalahan di Media Sosial

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?