Beritaislam.com – Dalam Islam, berbuka puasa bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari ibadah yang dianjurkan dilakukan dengan adab dan pilihan makanan yang baik. Menariknya, Rasulullah SAW telah memberi teladan sederhana tentang apa yang layak dikonsumsi saat berbuka dan bisa mejadi rekomendasi takjil sehat.
Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tubuh membutuhkan asupan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan. Berikut beberapa rekomendasi takjil ala Nabi Muhammad SAW yang relevan untuk kembali dihidupkan di tengah tren takjil manis berlebihan.
Rekomendasi Takjil Ala Nabi Muhammad SAW
Pertama, buah zaitun dikenal sebagai makanan yang penuh keberkahan. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengonsumsi minyak zaitun dan menggunakannya, karena zaitun berasal dari pohon yang diberkahi.
Zaitun tidak hanya baik untuk pencernaan, tetapi juga menyehatkan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Nabi Muhammad SAW bersabda,
كُلوا الزَّيتَ وادَّهِنوا بِهِ فإنَّهُ من شجَرةٍ مبارَكَةٍ
“Makanlah Zaitun dan minyakilah rambut dengan Zaitun. Karena ia dari pohon yang berkah.” (HR. Tirmidzi)
Kedua, buah kurma menjadi takjil utama yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Kurma membantu mengembalikan energi dengan cepat tanpa membebani lambung.
Dalam sebuah riwayat, Nabi SAW bersabda,
إِذَا أفْطَرَ أحَدُكُمْ، فَلْيُفْطرْ عَلَى تَمْرٍ فَإنَّهُ بَرَكةٌ، فَإنْ لَمْ يَجِدْ تَمْراً، فالمَاءُ فَإنَّهُ طَهُورٌ
Artinya, “Jika salah seorang dari kaliah hendak berbuka, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah. Jika tidak ada, maka dengan air karena air itu bersih.” (HR At-Tirmidzi).
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah menyukai kurma dan menganjurkan memakannya dalam jumlah ganjil.
Ketiga, Rasulullah SAW juga menyukai berbagai jenis buah seperti buah anggur, pisang, tin, dan semangka. Buah-buahan ini kaya air, vitamin, dan serat, sehingga sangat cocok dikonsumsi saat berbuka puasa.
Keempat, labu termasuk makanan favorit Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis, Anas bin Malik menceritakan bagaimana Rasulullah mencari potongan labu dalam hidangan.
“Seorang tukang jahit mengundang Rasulullah SAW untuk menikmati hidangan makan yang disajikannya. Maka aku mendatangi undangan makan itu bersama Rasulullah. Dia pun menghidangkan di hadapan Rasulullah n roti gandum serta kuah berisi labu dan daging. Lalu aku melihat Rasulullah menjumputi labu dari pinggiran pinggan. Maka sejak hari itu aku selalu menyukai labu.” Tsumamah mengatakan dari Anas, “Maka kukumpulkan labu itu di hadapan beliau.” (HR. Al-Bukhari ).
Labu dikenal baik untuk sistem pencernaan dan membantu menenangkan perut setelah berpuasa.
Kelima, madu merupakan minuman dan makanan yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW menggunakan madu sebagai pengobatan dan konsumsi harian. Madu juga dapat membantu memulihkan stamina dan memiliki banyak manfaat kesehatan.
Jadi itulah beberapa rekomendasi takjil yang baik bagi tubuh dan juga sehat sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Homesick dalam Islam: Rindu yang Tak Menghentikan Langkah Nabi Muhammad SAW
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
