Beritaislam.com – Tahukah kamu ada self reward bernilai ibadah? Selama ini self reward sering dipahami sebagai bentuk memanjakan diri setelah lelah bekerja atau menghadapi tekanan hidup.
Tak jarang, self reward identik dengan hal-hal duniawi. Padahal, jika dilihat lebih dalam, self reward juga bisa diarahkan pada hal-hal yang bernilai ibadah.
Contoh Self Reward Bernilai Ibadah
Self reward bisa bernilai ibadah ketika aktivitas tersebut membuat diri semakin dekat dengan Allah.
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ.
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Contohnya, hadir di kajian sebagai bentuk self reward setelah melewati hari yang melelahkan, atau meluangkan waktu khusus untuk berdzikir dengan tenang.
Aktivitas ini bukan hanya memberi ketenangan batin, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dalam kondisi hati yang lelah, mendekat kepada Allah justru menjadi bentuk penghargaan terbaik bagi diri sendiri.
Selain itu, self reward bernilai ibadah berupa aktivitas yang membuat diri menjadi pribadi yang lebih baik. Membaca buku yang bermanfaat, mendengarkan podcast edukatif, atau konten yang menambah wawasan keislaman dan kehidupan termasuk bentuk self reward yang sehat.
Dengan cara ini, waktu istirahat tidak terbuang sia-sia, melainkan menjadi sarana memperbaiki kualitas diri, baik secara intelektual maupun spiritual.
Self reward juga bisa bernilai ibadah ketika dilakukan dengan niat menjaga amanah tubuh. Memberi waktu istirahat yang cukup, tidur lebih awal, atau berjalan santai untuk menenangkan pikiran dapat menjadi bentuk syukur atas nikmat kesehatan.
Dalam Islam, tubuh memiliki hak yang harus dijaga. Ketika self reward dilakukan untuk menjaga kesehatan agar bisa kembali beribadah dan beraktivitas dengan baik, maka hal tersebut memiliki nilai ibadah.
Dari sini dapat dipahami bahwa self reward bernilai ibadah bukan hal yang mustahil.
Kuncinya terletak pada niat dan bentuk aktivitas yang dipilih. Ketika self reward mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki diri, dan menjaga amanah tubuh, maka kebahagiaan yang dirasakan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga bernilai pahala.
Jadi, itulah beberapa contoh self reward yang dapat bernilai ibadah.
Baca Juga: Bentuk Self Reward yang dibenci dalam Islam
Editor: Annisa Adelina Sumadillah
