Beritaislam.com – Banyak orang mengira self reward hanya identik dengan kesenangan duniawi semata, padahal jika diniatkan dengan benar, self reward justru bisa menjadi ladang pahala.
Di tengah rutinitas ibadah, tanggung jawab keluarga, dan tuntutan kehidupan, Islam mengajarkan keseimbangan agar manusia tidak melampaui batas kemampuannya sendiri.
Self Reward yang Berpahala
Self reward dapat berpahala jika dapat mendekatkan seseorang kepada Allah SWT. Contohnya yaitu tadabur alam, berjalan ke tempat yang menenangkan, atau mendaki gunung untuk mengagumi keindahan ciptaan Allah
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ١٩٠
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,” (QS. Ali Imran: 190)
Dengan niat merenung dan bersyukur ini menjadi ibadah yang menenangkan hati.
Self reward yang kedua adalah aktivitas yang menambah value diri dan memberi manfaat untuk kemaslahatan umat. Misalnya, mempelajari skill edit video dakwah, menulis konten islami, atau mengembangkan kemampuan yang bisa digunakan untuk menyebarkan kebaikan.
Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Jabir bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).’’ (HR. Ahmad)
Semacam ini tidak hanya memulihkan energi, tetapi juga bernilai amal jariyah.
Self reward yang ketiga adalah yang tidak melanggar syariat. Islam tidak melarang seseorang menikmati hidup, selama tidak melampaui batas dan tidak mengandung kemaksiatan.
۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ ٣١
Artinya: Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (QS. Al- A’raf: 31)
Jadi, itulah self reward dalam pandangan Islam yang dapat bernilai berpahala di sisi Allah.
Baca Juga: Mengelola Overthinking Menurut Perspektif Islam agar Hati Lebih Tenang dan Pikiran Lebih Jernih
Editor: Annisa Adelina Sumadillah
