Beritaislam.com — Menolak jabat tangan dengan lawan jenis masih sering disalahpahami di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang langsung memberi label “terlalu agamais” atau “berlebihan”, padahal bagi sebagian muslim, sikap tersebut lahir dari keyakinan agama, bukan dari rasa benci atau ingin merasa lebih suci.
Karena itu, penting membahas tips menghindari jabat tangan dengan lawan jenis tanpa harus melukai perasaan orang lain.
Hukum Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis
Terdapat perbedaan pendapat dari beberapa ulama mengenai hukum jabat tangan dengan lawan jenis. Namun, kali ini kita hanya akan membahas hukum berjabat tangan menurut Ulama Syafi’iyah yang merupakan mahzab mayaoritas yang digunakan di Indonesia.
Dalam mazhab Syafi’i, jabat tangan antara laki-laki dan perempuan non-mahram diharamkan karena hal ini termasuk sentuhan kulit secara langsung.
Pandangan ini didasarkan pada kehati-hatian dalam menjaga kehormatan dan batas pergaulan. Yang juga memiliki dalil berdasarkan sabda Rasulullah SAW,
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
Artinya: “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya. ” (HR. Thobroni)
Hadis ini menjadi penguat bahwa persoalan sentuhan bukan perkara sepele dalam Islam. Karena itu, menghindari jabat tangan bukan sikap ekstrem, melainkan bentuk ketaatan terhadap prinsip yang diyakini.
Tips Menghindari Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis
Pertama, sebelum orang lain menjulurkan tangan, kita bisa lebih dulu memberi isyarat dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada.
Isyarat ini biasanya cukup dipahami sebagai tanda hormat tanpa jabat tangan, sehingga situasi canggung bisa dihindari sejak awal.
Kedua, jika berada dalam situasi formal yang sulit dihindari, menggunakan pembatas bisa menjadi solusi. Misalnya dengan melapisi tangan menggunakan ujung jilbab agar tidak terjadi sentuhan kulit dengan kulit, atau memakai sarung tangan. Cara ini sering dipilih sebagai bentuk kehati-hatian.
Ketiga, apabila sudah terlanjur orang lain mengulurkan tangan, kita bisa dengan sopan meminta maaf sambil menangkupkan tangan dan menjelaskan secara singkat bahwa kita menjaga batas karena alasan keyakinan. Biasanya, penjelasan yang tenang justru lebih dihargai.
Dengan sikap yang lembut dan adab yang baik, tips menghindari jabat tangan dengan lawan jenis dapat dilakukan tanpa menyakiti siapa pun, sekaligus tetap menjaga prinsip agama.
Baca Juga: At Least Aku Gak Ngerugiin: Larangan Merugikan Diri Sendiri dalam Islam
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
