Beritaislam.com – Di era media sosial dan budaya interaksi bebas, sikap wanita friendly sering disamakan dengan kepribadian yang baik dan menyenangkan.
Namun dalam pandangan Islam, sikap ini tidak bisa dilepaskan dari batasan syariat. Keramahan yang melampaui adab justru dapat membuka pintu mudarat yang kerap diremehkan, terutama bagi kehormatan seorang wanita.
Bahaya Wanita Friendly Dalam Pandangan Islam
Wanita yang terlalu mudah berinteraksi tanpa batas dengan lawan jenis dikenal dengan istilah wanita salfa.
Rasulullah SAW memberikan peringatan keras terkait sifat ini. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa seburuk-buruk wanita adalah wanita yang salfa, yaitu wanita yang tidak menjaga jarak dan adab dalam pergaulannya.
Hal ini menunjukkan bahwa keramahan tanpa kontrol bukanlah akhlak terpuji dalam Islam.
“Sejelek-jelek wanita adalah Salfa, yaitu wanita yang mudah akrab dan berbaur dengan para lelaki dan tidak malu terhadap mereka.” (HR. Muslim)
Bahaya wanita friendly dalam pandangan Islam yang paling nyata adalah terbukanya peluang zina.
Keramahan yang berlebihan sering kali memicu kedekatan emosional, candaan tanpa batas, hingga perhatian khusus yang perlahan mengikis rasa malu.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٣٢
“Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.” (QS. Al- Isra: 32).
Ayat ini menegaskan bahwa Islam bukan hanya melarang zina, tetapi juga segala jalan yang mengarah kepadanya.
Selain itu, wanita friendly dalam pandangan Islam juga rawan menimbulkan fitnah. Sikap yang terlalu terbuka dapat memunculkan prasangka, pembicaraan buruk, bahkan tuduhan yang merusak kehormatan.
Padahal, menjaga kehormatan adalah bagian dari menjaga agama.
Allah SWT memerintahkan wanita beriman untuk menjaga sikap dan ucapannya agar tidak menimbulkan ketertarikan yang keliru, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Ahzab ayat 32
يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَاۤءِ اِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوْفًاۚ ٣٢
Artinya: Wahai istri-istri Nabi, kamu tidaklah seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertakwa. Maka, janganlah kamu merendahkan suara (dengan lemah lembut yang dibuat-buat) sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.
Selain itu, sikap friendly yang tanpa batas sering berujung pada ikhtilat, yaitu percampuran bebas antara laki-laki dan perempuan tanpa kebutuhan syar’i. Ikhtilat yang terus dibiarkan akan menumpulkan rasa malu dan melemahkan benteng iman.
Pada akhirnya, Islam tidak melarang wanita bersikap ramah terutama kepada sesama muslimah, namun perlu diingat tentang adab dan batasan wanita dalam bergaul dengan pria.
Wanita friendly dalam pandangan Islam harus ditempatkan dalam koridor syariat agar keramahan tidak berubah menjadi sumber dosa dan fitnah.
Baca Juga: Self Reward Bernilai Ibadah, Emang Bisa?
Editor: Annisa Adelina Sumadillah
