Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - hukum islam - Begini Hukum Memelihara Anjing dalam Pandangan Islam

Hukum Islam

Begini Hukum Memelihara Anjing dalam Pandangan Islam

Anisa Lutfia Yasmin
Last updated: 2024/03/19 at 1:52 AM
Anisa Lutfia Yasmin
Share
Begini Hukum Memelihara Anjing dalam Pandangan Islam
SHARE

Mayoritas umat Muslim menjauhi interaksi dengan Anjing, hal ibu bukan tanpa sebab yang jelas, melainkan karena cara menyucikan najisnya yang cenderung sulit. Sebagaimana kita tahu, Anjing adalah salah satu binatang  yang  apabila bersentuhan dengan kulit manusia akan dikategorikan sebagai najis mughaladzah. Salah satu tahapan yang harus dilakukan seorang muslim dalam menyucikan najis mughaladzah ialah menggunakan debu.

Melansir dari laman Kemenag, Madzhab Syafi’i menganggap cara penyucian najis setelah berinteraksi dengan anjing termasuk kategori yang paling sulit. Hal ini terjadi karena najis tersebut termasuk kategori najis paling berat (Mughaladzah). Merujuk pada hal tersebut timbullah sebuah pertanyaan tentang hukum memelihara anjing dalam pandangan Islam.

Hukum Memelihara Anjing Berdasarkan Hadist Rasulullah Saw

Hukum memelihara anjing dalam agama Islam rupanya sudah dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw, hadist tersebut melarang seorang muslim memelihara anjing apabila tidak memiliki kepentingan atau alasan yang masuk akal yang mengharuskan orang tersebut memelihara anjing.

وفي رواية لمسلم من اقتنى كلبا ليس بكلب صيد، ولا ماشية ولا أرض، فإنه ينقص من أجره قيراطان كل يوم

Artinya: “Siapa saja yang memelihara anjing bukan anjing pemburu, penjaga ternak, atau penjaga kebun, maka pahalanya akan berkurang sebanyak dua qirath setiap hari.” (H.R Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut, para ulama memiliki pendapat yang berbeda terkait hukum memelihara anjing bagi seorang muslim. Adapun dari kalangan madzhab syafi’i  menyimpulkan bahwa hukum memelihara anjing bagi seorang muslim adalah haram, apabila tidak memiliki kepentingan atau hajat tertentu. Terkait hal ini, Imam Nawawi pun memaparkan pendapatnya terkait alasan apa saja yang membuat seorang muslim diperbolehkan untuk memelihara anjing.

وأما اقتناء الكلاب فمذهبنا أنه يحرم اقتناء الكلب بغير حاجة ويجوز اقتناؤه للصيد وللزرع وللماشية وهل يجوز لحفظ الدور والدروب ونحوها فيه وجهان أحدهما لا يجوز لظواهر الأحاديث فإنها مصرحة بالنهى الا لزرع أو صيد أو ماشية وأصحها يجوز قياسا على الثلاثة عملا بالعلة المفهومة من الاحاديث وهى الحاجة

Artinya: “Adapun memelihara anjing tanpa hajat tertentu dalam madzhab kami adalah haram. Sedangkan memeliharanya untuk berburu, menjaga tanaman, atau menjaga ternak, boleh. Sementara ulama kami berbeda pendapat perihal memelihara anjing untuk jaga rumah, gerbang, atau lainnya. Pendapat pertama menyatakan tidak boleh dengan pertimbangan tekstual hadits. Hadits itu menyatakan larangan itu secara lugas kecuali untuk jaga tanaman, perburuan, dan jaga ternak. Pendapat kedua (ini lebih shahih) membolehkan dengan memakai qiyas atas tiga hajat tadi berdasarkan illat yang dipahami dari hadits tersebut, yaitu hajat tertentu,” (Imam An-Nawawi, Shahih Muslim bi Syarhi an-Nawawi, [Beirut, Mu’assasatul Qurtubah: 1994 M/1414 H], cetakan VIII, juz X, halaman 340).

Selain pendapat ulama dari kalangan Madzhab Syafi’i,  ada juga pendapat dari Imam Malik yang membolehkan seorang muslim untuk memelihara anjing untuk berbagai keperluan. Hukum memelihara anjing dari kalangan Madzhab Maliki sendiri diungkapkan oleh Ibu Abdil Barr:

وأجاز مالك اقتناء الكلاب للزرع والصيد والماشية وكان بن عمر لا يجيز اتخاذ الكلب إلا للصيد والماشية خاصة ووقف عندما سمع ولم يبلغه ما روى أبو هريرة وسفيان بن أبي زهير وبن مغفل وغيرهم في ذلك

Artinya:“Imam Malik membolehkan pemeliharaan anjing untuk jaga tanaman, perburuan, dan jaga hewan ternak. Sahabat Ibnu Umar tidak membolehkan pemeliharaan anjing kecuali untuk berburu dan menjaga hewan ternak. Ia berhenti ketika mendengar dan hadits riwayat Abu Hurairah, Sufyan bin Abu Zuhair, Ibnu Mughaffal, dan selain mereka terkait ini tidak sampai kepadanya” (Ibnu Abdil Barr, Al-Istidzkar Al-Jami‘ li Madzahibi Fuqaha’il Amshar, [Halab-Kairo Darul Wagha dan Beirut, Daru Qutaibah: 1993 M/1414 H], cetakan I, juz XXVII, halaman 193).

Demikian hukum memelihara anjing dalam pandangan Islam yang selalu menjadi pertanyaan banyak umat islam, di dalamnya terdapat perbedaan antara pendapat ulama yang satu dengan ulama yang lain dalam menafsirkan hadist dari Rasulullah Saw. Ada yang mengharamkan praktik memelihara anjing tanpa hajat yang spesifik, ada pula yang memperbolehkan seorang muslim memelihara anjing untuk sejumlah keperluan seperti menjaga tanaman dan hewan ternak. 

Baca Juga : Begini Hukum Muslimah Menggunakan Celana, Apa Boleh?

TAGGED: hukum islam, hukum memelihara anjing, hukum memelihara anjing dalam pandangan islam
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Sholat 5 waktu dan beban hidup Sholat 5 Waktu & Beban Hidup, Korelasi Yang Harus Kamu Tahu
Next Article Persiapan fisik dan mental Ini Dia Persiapan Fisik dan Mental Sebelum Ramadan, Kamu Harus Tahu!

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!

5 Min Read
Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
Hukum Islam

Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?

3 Min Read
Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

4 Min Read
Salah Perhitungan Awal Ramadhan, Siapa yang Bertanggung Jawab? Berikut Penjelasan Islam
Hukum Islam

Salah Perhitungan Awal Ramadhan, Siapa yang Bertanggung Jawab? Berikut Penjelasan Islam

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?