Beritaislam.com – Dalam artikel ini akan menjelaskan pengertian dan tata cara puasa nazar. Sebelum jauh membahasnya, definisi dari puasa sendiri yaitu salah satu ibadah yang ada di agama Islam dan di dalamnya memiliki beberapa jenis, salah satunya puasa nazar.
Nazar sendiri pengertian singkatnya yaitu sebuah ikrar atau janji yang diucapkan atau diniatkan oleh umat muslim untuk mencapai sesuatu. Sesuatu tersebut adalah hal yang baik, dan bertujuan untuk bisa lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.
Langsung ke inti pembahasan puasa nazar. Jadi, apa pengertian dan tata cara puasa nazar sendiri? Simak penjelasannya di bawah ini!
Pengertian Puasa Nazar
Puasa nazar adalah bentuk nazar yang tekah disebutkan pelaku dalam bernazar kepada Allah SWT. Puasa nazar disini juga merupakan suatu janji yang harus ditepai dengan cara berpuasa ketika keinginan telah tercapai.
Contohnya yaitu ketika seseorang ingin masuk ke universitas A, ia bernazar atau berjanji pada diri sendiri dan Allah SWT untuk rutin puasa sunnah Senin dan Kamis. Ketika, keinginannya telah terpenuhi, pelaku tersebut harus memenuhi nazarnya.
Bentuk nazarnya itulah yang disebut dengan puasa nazar. Pada hal ini, puasa nazar hukumnya wajib dikerjakan, karena ikrar atau janji tersebut telah terikat pada Allah SWT.
Hukum puasa nazar menurut Al Quran dan Hadits:
“Kemudian hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazarnya dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).” (QS. Al-Hajj: 29)
“Barangsiapa yang bernazar untuk taat kepada Allah, maka hendaklah ia melaksanakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tata Cara Puasa Nazar
1. Niat
Tata cara puasa nazar yang pertama yaitu dengan berniat. Sebenarnya, tata cara puasa nazar dan puasa lainnya tidak jauh berbeda, pastinya dalam suatu puasa ada niat untuk mengawalinya.
Niat puasa nazar:
“Nawaitu shauman nazri lillahi ta’ala”
Artinya: “Aku berniat puasa nazar karena Allah Ta’ala”
Niat di atas, bisa diucapkan dalam lisan maupun hati. Dan dilakukan ketika sebelum melaksanakan puasa nazar.
Namun lebih baik niat ini dibaca ketika malam hari sebelum tidur dan melaksanakan puasa nazar. Walaupun memang sudah ada niat untuk puasa nazar, namun lebih baik untuk diucapkan.
2. Menahan Diri
Tentunya, orang yang berpuasa akan menahan diri. Terlebih pada makanan dan minuman, atau hal-hal lainnya yang bisa membatalkan puasa.
Puasa nazar ini bisa dilakukan dari mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Hal ini sama saja dengan puasa-puasa lainnya yang memiliki lama waktu tersebut.
3. Mengerjakan Amal Sunnah
Ketika mengerjakan puasa nazar pun bisa sembari mengerjakan amal sunnah lainnya. Hal ini termasuk ke dalam tata cara puasa nazar, karena hal baik ini bisa menambah pahala pada diri.
Amalan-amalan ini bisa berupa dengan membaca Al Quran, berdzikir, bersedekah, hingga shalat sunnah. Dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah tambahan seperti itu, maka akan bertambah pula pahala jariyah dan pendekatan pada Allah SWT.
Demikianlah pengertian dan tata cara puasa nazar dalam Islam yang wajib dilakukan seorang muslim ketika bernazar. Hal ini tidak bisa diremehkan begitu saja, karena puasa nazar harus dikerjakan, jika tidak akan mendapatkan sanksi kafarat.
Penulis: Ghina Shelda Aprelka
