Beritaislam.com – Yayasan Alfatihah kembali menunjukkan aksi nyata dalam membantu umat melalui progam sedekah nasi Baitullah yang dilaksanakan selama satu tahun penuh. Hingga saat ini, Yayasan Alfatihah berhasil menyalurkan sebanyak 57.011 porsi nasi hingga tanggal 2 September 2025.
Progam sedekah nasi Baitullah ini dimulai sejak awal bulan Oktober 2024 dan Alhamdulillah sampai saat ini berjalan dengan sukses dan lancar. Progam ini merupakan salah satu progam unggulan dari Yayasan Alfatihah yang menjadi salah satu bentuk nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang berada di tanah suci Makkah.
Pada tanggal 2 September 2025, sebanyak 1000 porsi nasi berhasil di distribusikan pada ba’da shubuh waktu Riyadh. Pembagiannya sendiri berlokasi di sekitar area Ajyad, Makkah. Hal tersebut dipilih karena lebih dekat dengan Masjidil Haram yang menjadi sasaran utama dalam penyaluran progam sedekah nasi Baitullah ini.
Bukan hanya sebagai simbolis kebaikan, berbagi ini merupakan salah satu pembersih harta bagi setiap umat Islam dan cara untuk bertobat dari dosa. Progam sedekah nasi Baitullah ini juga bisa berjalan dengan lancar karena bantuan dari para donatur yang ikhlas menyisihkan rezekinya untuk saudara-saudara sesama umat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَأْخُذُ الصَّدَقٰتِ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Artinya: “Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(-nya), dan bahwa Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?” (QS. At-Taubah: 104)
Diterangkan dalam buku Jika Sedekah Menjadi Lifestyle (Gaya Hidup) karya Bagenda Ali, Rasulullah SAW menekankan pentingnya berbagi meskipun hanya sedikit.
Rasulullah SAW bersabda, “Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
Allah SWT tidak pernah melihat nominal dalam berbagi, tetapi Allah SWT melihat hati dan niat tulus dari hamba-Nya.
Berbagi tidak akan membuat seseorang merasa kekurangan melainkan akan mengajarkan kita bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah sebuah titipan dan semua akan kembali kepada-Nya termasuk harta benda yang kita miliki saat ini.
