Beritaislam.com – Dalam Islam, ada ciri orang meninggal husnul khotimah. Ini merupakan hal yang sangat diimpikan bagi setiap Muslim, karena itu menunjukkan tanda akhir yang baik.
Selain itu, meninggal dengan husnul khotimah juga tanda bahwa keimanan kita diterima di sisi Allah SWT. Namun, tak semua orang bisa merasakan meninggal dengan husnul khotimah.
Oleh karenanya, selagi masih hidup di dunia seorang Muslim harus memaksimalkan ibadahnya pada Allah SWT demi mendapatkan pahala dan amal baik. Langsung saja, inilah lima ciri orang meninggal husnul khotimah.
Ciri Orang Meninggal Husnul Khotimah
1. Mempunyai Kesempatan untuk Bersyahadat
Ciri orang meninggal husnul khotimah yang pertama adalah dengan berkesempatan mengucapkan syahadat. Hal ini dilakukan ketika saat detik-detik terakhir ajal menjemput.
Mengucapkan syahadat akan mendapatkan kemungkinan besar meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Hal ini tertuang dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Barang Siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada yang disembah yang haq kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya, dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan anak dari budak wanita-Nya serta kalimat-Nya yang ia sampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya. Serta bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, Maka Allah akan memasukkan ke dalam surga melalui pintu surga yang delapan sesuai kehendak-Nya.” (HR. Bukhari)
2. Mendapatkan Kesempatan untuk Mengucap Tahlil
Selain mendapatkan kesempatan untuk syahadat di detik-detik terakhir, tanda seseorang husnul khotimah adalah berkesempatan juga untuk mengucap tahlil. Mengucap tahlil (Laa Ilaha Illallah) yang artinya “Tiada Tuhan selain Allah SWT” ini juga masuk ke ciri orang meninggal husnul khotimah.
Biasanya kalimat ini juga dibisikkan pada orang yang alami sakaratul maut. Rasulullah SAW bersada dalam sebuah hadits yaitu sebagai berikut:
“Barang siapa yang mengucapkan akra terakhirnya dengan Laa ilaha illallah, niscaya ia akan dimasukkan kedalam surga.” (HR. Abu Dawud)
3. Seorang Ibu dalam Keadaan Melahirkan
Ciri atau tanda yang ketiga yaitu terjadi pada seorang ibu yang dalam keadaan melahirkan. Seseorang yang meninggal dalam keadaan ini bisa dikatakan syahid dan husnul khotimah.
Disinilah seorang ibu mempertaruhkan nyawanya demi memperjuangkan momen melahirkan sang buah hati. Hal ini merupakan proses antara hidup dan mati seorang ibu, dan para ulama menyaman hal tersebut adalah perangnya perempuan. Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang terbunuh di jalan Allah (fii sabilillah) adalah syahid; orang yang mati karena wabah adalah syahid; orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid; dan wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid.” (HR. Ahmad)
4. Dikarenakan Sakit Tertentu
Orang yang meninggal dikarenakan sakit juga bisa dikatakan husnul khotimah. Penyakit tersebut yang berhubungan dengan perut (maag, usus, kolera) dan wabah yang menyebar.
Seseorang yang meninggal dengan keadaan tersebut dikatakan syahid dan husnul khotimah. Hal ini selaras dengan sabda Nabi SAW yaitu sebagai berikut:
“Mati syahid itu ada tujuh, dan salah satunya adalah mati karena penyakit yang menular,” (HR. Bukhari)
“Barangsiapa yang mati karena sakit perut juga syahid,” (HR. Muslim)
5. Pada Malam atau Hari Jumat
Ciri orang meninggal husnul khotimah adalah yang akhir hayatnya terjadi pada malam atau hari Jumat. Semua hari adalah baik, namun hari Jumat ada keistimewaan tersendiri yang selaras dengan sabda Nabi SAW:
“Tiada satu orang muslim pun (baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa) yang meninggal dunia pada hari Jumat atau Malam Jumat; Melainkan Allah beri perlindungan padanya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad)
Fitnah kubur sendiri adalah ujian seseorang yang telah meninggal di alam kubur dengan diberikan pertanyaan oleh kedua malaikat. Oleh karenanya, beruntunglah seorang Muslim beriman yang meninggal di malam atau hari Jumat, karena Insya Allah husnul khotimah. Wallahua’lam.
Demikian beberapa ciri orang meninggal husnul khotimah. Hal ini bisa dipersiapkan mulai dari sekarang, agar kelak saat waktunya tiba bisa mengalami akhir hayat yang husnul khotimah. Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin.
Baca Juga: 5 Ciri Orang Munafik dalam Islam: Tercatat dalam Al Quran dan Hadits
Penulis: Ghina Shelda Aprelka
