Beritaislam.com – Surga firdaus adalah surga yang paling tinggi, yang gambarannya ada taman, pohon penuh buah, dan empat sungai yang berada di atas ‘arsy. Dalam Al Quran dan hadits ada setidaknya tujuh golongan penghuni surga firdaus.
Banyak orang, khususnya umat Muslim sendiri yang mendambakan berada di surga jika nanti di akhirat kelak. Surga firdaus lah yang paling banyak didambakan, karena tingkatannya yang paling tinggi.
Namun, tak banyak orang yang bisa menempati surga firdaus, karena untuk bisa mendudukinya harus mempunyai derajat yang tinggi juga di mata Allah SWT. Berikut tujuh golongan penghuni surga firdaus:
Golongan Penghuni Surga Firdaus
1. Memelihara Shalat
Golongan penghuni surga firdaus yang pertama adalah orang yang bisa memelihara shalat. Dimana orang dengan golongan ini akan menyadari ketaatan dalam menjalankan ibadah, terutama shalat.
Apalagi shalat adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Muslim. Shalat juga bisa dijadikan media berkomunikasi dengan Allah SWT untuk menggugurkan dosa-dosa dan memperoleh keberkahan dari-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
“Sholat adalah tiang agama, barangsiapa yang mendirikannya, maka ia telah mendirikan agama, dan barangsiapa yang meruntuhkannya, maka ia telah meruntuhkan agama.” (HR. Tirmidzi)
2. Khusyuk dalam Shalat
Selain bisa memelihara, khusyuk dalam shalat pun penting. Orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya akan menempati surga firdaus kelak di akhirat, Insya Allah.
Karena ketika khusyuk dalam shalat, seseorang akan memusatkan hati dan pikirannya sepenuhnya pada Allah SWT. Dan orang yang sudah terbiasa dengan khusyuk, akan terus berusaha memperdalam pemahaman tentang makna shalat dan merasakan kehadiran Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku hendak menyuruhmu melakukan sholat, kemudian aku hendak pergi ke pintu-pintu rumah kalian untuk menyuruhkan agar seluruh perbuatan dosa ditinggalkan. Lalu aku ingin membakar kayu bakar yang akan diletakkan di bawah tempat tidur kalian, kemudian aku ingin memerintahkan kepada para pelayan laki-laki dan perempuan agar kalian tetap khusyuk dalam sholat.” (HR. Ahmad)
3. Menunaikan Zakat
Setelah shalat, ada golongan orang yang menunaikan zakat dan bisa menjadi penghuni surga firdaus. Orang yang menunaikan zakat peduli akan ibadah kepada Allah SWT dan terhadap sesama manusia.
Jadi disini mengedepankan sikap habluminallah dan habluminannas. Dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda:
“Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Menjaga Kemaluan
Orang-orang yang bisa menjaga kemaluan juga termasuk ke dalam golongan penghuni firdaus-Nya. Apalagi di zaman sekarang yang sudah banyak menormalkan hal tersebut, Allah SWT menjanjikan surga firdaus bagi yang bisa menjaga kemaluannya hingga sudah waktunya.
Menjaga kemaluan adalah bentuk menghormati, menjaga, dan mengontrol diri dari pergaulan bebas. Selain itu juga menaati peraturan agama yang merupakan kewajiban bagi seorang Muslim untuk menjaga kemaluannya. Rasulullah SAW bersabda:
“Jauhilah zina, karena zina adalah perbuatan yang paling besar dosanya setelah menyekutukan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Menjauhkan Diri dari Perbuatan dan Perkataan yang Tidak Berguna
Poin kelima ini juga sangat penting dipraktekkan di zaman sekarang, dimana saat ini banyak sekali orang yang merasa dirinya benar, tapi kenyataannya bertentangan dengan aturan syar’i. Cara untuk menghadapi orang-orang tersebut di zaman sekarang adalah cukup dengan menjauhkan diri dan bisa menjadi golongan orang penghuni surga firdaus.
Dengan menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan (gosip) yang tidak berguna atau bermanfaat, akan menjauhkan pula kita dari maksiat dan lingkar dosa. Selain itu juga bisa membuang energi yang ada dalam diri kita untuk perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat sama sekali.
Sembari menjauhkan diri dari orang-orang yang tidak bermanfaat itu, maka bisa lakukan hal-hal positif lainnya yang mendatangkan manfaat dan pahala bagi diri. Seperti belajar, bekerja, beribadah, maupun kegiatan positif lainnya. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidakkah kalian lihat bahwa berbicara tentang urusan yang tidak berkaitan dengan kebaikan adalah dosa besar?” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa itu?” Beliau menjawab, “Itu adalah gosip.” (HR. Muslim)
6. Memelihara Amanah
Orang yang biasa memelihara amanah juga bisa dikatakan dengan orang yang bisa dipercaya dan memiliki kejujuran yang tinggi. Dengan menjalankan tanggung jawab yang diberikannya, ia menjaga dan merawat amanah tersebut seperti sesuatu yang bernilai. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang tidak menjaga amanah, maka tidak ada iman baginya, dan orang yang tidak memenuhi janji, maka tidak ada agama baginya.” (HR. Bukhari)
7. Menepati Janji
Setelah golongan orang yang memelihara amanah, ada orang-orang yang suka menepati janji yang nantinya akan menjadi penghuni surga firdaus. Orang yang suka menepati janji akan lebih konsisten dalam memenuhi kesepakatan yang telah dibuat.
Dalam situasi sulit pun, golongan ini berusaha untuk tetap menepati janjinya. Karena janji adalah sebuah hutang yang harus dilunasi dan jika diingkari akan mendapat dosa.
Demikianlah tujuh golongan penghuni surga firdaus yang dapat diketahui. Golongan-golongan di atas sangat diutamakan dan dijaga oleh Allah SWT untuk menempati surga firdaus-Nya kelak.
Baca Juga: 5 Ciri Orang Meninggal Husnul Khotimah: Tanda Akhir Hayat Muslim yang Beriman
Penulis: Ghina Shelda Aprelka
