Beritaislam.com – Wanita adalah makhluk yang sangat mulia sehingga Allah SWT memberikan keistimewaan berupa datangnya haid. Haid merupakan kondisi yang dialami oleh setiap perempuan yang terjadi setiap satu bulan sekali.
Ketika haid, ada beberapa amalan maupun kewajiban ibadah yang gugur dan tidak boleh dilakukan seperti melaksanakan salat dan juga puasa. Namun masa haid bukanlah suatu halangan yang dapat dijadikan alasan untuk tidak mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ridha terhadap kodrat yang sudah dianugerahkan kepada Allah melalui haid merupakan salah satu hal yang juga dicatat sebagai bentuk pahala.
Dikutip dari Hasyiah Jamal dari Al-Qolyubi: “Wanita yang sedang haid akan diberi pahala atas tindakannya meninggalkan apa saja yang diharamkan padanya (saat sedang haid) ketika ia berniat semata mentaati titah syariat dalam meninggalkannya tersebut.
Amalan-amalan Saat Sedang Haid
Dalam Islam, haid adalah keadaan dimana saat wanita sedang kotor sehingga Allah SWT memberikan keringanan untuk tidak melaksanakan ibadah-ibadah wajib tertentu seperti salat dan puasa.
Namun bukan berarti keadaan ini menghalangi wanita untuk tetap melakukan amalan-amalan sunnah lainnya supaya hubungan spiritual dengan Allah SWT tetap terjaga. Berikut ini adalah amalan yang bisa dilakukan saat sedang haid:
1. Membaca Dzikir
Wanita yang sedang tidak dalam keadaan suci tetap diperbolehkan untuk membaca dzikir. Dzikir merupakan salah satu amalan ringan yang mendatangkan banyak pahala dan manfaat salah satunya membuat hati menjadi lebih tenang.
Dzikir tidak harus panjang bisa dengan membaca takbir, tahmid, istighfar, hauqolah, dan bacaan-bacaan lainnya. Berdzikir juga berarti memohon ampunan kepada Allah SWT.
2. Bersedekah Kepada Orang yang Membutuhkan
Amalan lain yang bisa dilakukan adalah dengan bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Tidak perlu melihat nominal besar kecilnya, tetapi Allah SWT akan selalu melihat niat tulus dan keikhlasan dari hamba-Nya. Jika niatnya baik, pasti Allah SWT juga akan ganti dengan berkali-kali lipat.
3. Mendengar Tausiyah dan Menuntut Ilmu
Seseorang yang tidak dalam keadaan suci juga tidak akan pernah dibatasi dalam perihal menuntut ilmu atau mendengarkan pembelajaran yang baik seperti agama dan tausiyah lainnya. Jika mengajarkan ilmu yang telah didapat, maka pahalanya juga akan semakin lebih banyak.
Imam Muslim mencatat hadist mengenai keutamaan orang yang sedang mencari ilmu, yakni: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya.” (Hadist Riwayat Muslim).
4. Perbanyak Doa
Allah SWT yang memerintahkan seluruh umat Islam untuk perbanyak berdoa tanpa memperdulikan bagaimanapun keadaannya. Mau sedang susah, senang, cemas, bahkan saat haid sekalipun.
Berdoa tidak pernah dibatasi mau meminta dan memohon apapun itu karena pasti akan Allah SWT kabulkan di waktu yang tepat entah itu sesuai dengan yang kita inginkan atau diganti yang lebih baik karena Allah SWT lebih mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ
Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)
5. Bersilaturahmi
Menyambung tali persaudaraan terhadap sesama saudara seiman juga termasuk salah satu bentuk ibadah. Salah satu hikmah dari bersilaturahmi adalah dapat mendatangkan rezeki dan juga memanjangkan umur.
Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang keutamaan silaturahim. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Muslim dan lainnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.”
Itulah tadi mengenai amalan-amalan yang bisa dilakukan oleh wanita saat sedang haid. Meskipun tidak dalam keadaan yang suci, tidak juga menjadi penghalang untuk tetap mendekatkan diri dan mencari ridha dari Allah SWT dengan melakukan amalan-amalan yang dianjurkan. Jangan sampai memaksakan diri melakukan amalan yang dilarang karena justru akan mendatangkan dosa.
Baca Juga: 4 Cara Membayar Kafarat Nazar: Berbagai Opsi Terbaik untuk Memenuhi Hutang Janji
Penulis: Suci Wulandari
