Beritaislam.com – Di era yang serba digital seperti sekarang ini banyak informasi dan berita dengan mudah diakses oleh setiap orang dan setiap hal buruk maupun baik seringkali tidak tersaring dengan baik. Saat ini informasi bukan hanya sekedar teks biasa di layar, melainkan juga bisa menjadi sebuah senjata yang melukai atau cahaya yang menebarkan kebaikan. Sayangnya, saat ini banyak yang menyebarkan informasi dusta.
Menyebarkan dusta banyak beredar yang dimana para kreator membagikan sensasi dan berita-berita hoax hanya demi mendapatkan banyak like dan viewers semata. Padahal, Islam memandang bahwa setiap informasi adalah sebuah amanah yang harus disampaikan dengan baik tanpa dikurangi atau ditambahkan.
Definisi Dusta
Dusta merupakan perbuatan dan perkataan yang tidak sesuai dengan bukti, tidak sesuai dengan kenyataan aslinya, isinya hanya bohong dan fitnah yang dilebih-lebihkan. Seseorang akan dianggap telah berdusta jika menyampaikan suatu informasi atau berita yang tidak pernah ada atau tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya.
Hukum Menyebarkan Dusta
Perbuatan dusta merupakan salah satu peristiwa tercela yang amat tidak disukai oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
قُتِلَ الْخَرَّاصُوْنَۙ
Artinya: “Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta.” (QS. Ad-Dzariyat: 10)
Perbuatan dusta akan mengantarkan seseorang pada kejahatan yang bisa membuat orang tersebut terjerumus ke dalam siksa api neraka.
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan membimbing menuju kebaikan, dan kebaikan akan membimbing menuju surga. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk jujur, sampai akhirnya ia menjadi orang yang benar-benar jujur. Dan sesungguhnya kedustaan akan membimbing menuju kejahatan, dan kejahatan akan membimbing menuju neraka. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk dusta, sampai akhirnya ia benar-benar tertetapkan di sisi Allâh sebagai pendusta.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ وَكَفٰى بِهٖٓ اِثْمًا مُّبِيْنًاࣖ
Artinya: “Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).” (QS. An-Nisa’: 50)
Rasulullah SAW bersabda: “Tanda orang munafik itu ada tiga, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat.” (Hadist Riwayat Muslim, no. 59)
Memburu sensasi dengan berita dusta merupakan sebuah penyakit hati. Ibnu Qayyim berkata: “Barangsiapa mencintai ketenaran, maka ia kehilangan keikhlasan.”
Ingatlah jika semua huruf yang diketik dengan jari dan tangan, semua omongan yang dikatakan dengan lisan akan dihisab dan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.
Bahaya Menyebarkan Dusta
Berikut ini bahaya yang ditimbulkan akibat menyebarkan dusta seperti dibawah ini:
1. Rezeki Tidak Berkah
Ketika sedang mencari rezeki, orang yang seringkali menyebarkan dusta maka rezeki yang diperolehnya akan menjadi tidak berkah. Misalnya saja ia bekerja menjadi seorang pedagang yang mengurang-ngurangi timbangannya, maka hal itu sama saja dengan penipu orang lain.
2. Membuat Seseorang Ragu dan Bingung
“Dan sesungguhnya kedustaan akan mengantarkan kepada keraguan atau kebingungan.” (Hadist Riwayat Tirmidzi no 2518). Orang yang menyebarkan dusta seringkali terdapat keraguan dan kebingungan pada dirinya karena ia seringkali menutupi kebohongan satu dengan kebohongan yang lainnya.
3. Merusak Hubungan
Orang yang seringkali berdusta akan membuat hubungannya dengan orang lain menjadi rusak karena ia sering berbohong dan mengkhianati orang tersebut. Hal itu tentu saja akan menimbulkan rasa tidak percaya ketika akan membangun hubungan kembali.
4. Membawa Pada Kemunafikan
Diriwayatkan oleh Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam kitab Al Muwatha : “Ditanyakan kepada Rasulullah SAW : Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut? Beliau menjawab ya. Lalu beliau ditanya lagi, apakah seorang mukmin isa menjadi bakhil? Beliau menjawab ya. Lalu ditanyakan lagi apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong? Beliau menjawab tidak!”
Dari hadist tersebut menjelaskan jika seorang muslim bisa menjadi khilaf dan penakut tapi tidak berdusta. Orang yang berdusta bukan termasuk golongan umat Islam yang mukmin karena hal itu merupakan perilaku orang kafir dan jahiliyah.
5. Hati Tidak Tenang
Orang yang sering berdusta tentu akan membuat hatinya terus dihantui perasaan khawatir dan tidak tenang karena selalu menyebarkan informasi yang tidak benar kepada orang lain. Ketika bertemu dengan orang lain pun ia akan selalu merasa ketakutan.
Itulah tadi mengenai definisi, hukum, dan juga bahaya menyebarkan dusta. Perbuatan dusta ini akan merusak hati, jiwa, dan keimanan seseorang. Oleh sebab itu, alangkah baiknya hindari sifat ini akan tidak menjadi penyakit yang membahayakan baik itu pada diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga: Fenomena Tren S Line dalam Media Sosial Menurut Pandangan Islam
Penulis: Suci Wulandari
