Beritaislam.com – Banyak orang yang saat ini menikah namun hanya sekedar cinta semata. Pernikahan itu justru tidak pernah menemukan arti dari ketenangan yang sesungguhnya. Padahal pernikahan adalah sebuah anugerah dari Allah SWT yang telah menyatukan dua insan menjadi satu.
Menemukan konsep sakinah dalam pernikahan adalah perihal melengkapi dalam hubungan dan senantiasa melibatkan Allah SWT di setiap hal. Banyak sekali orang yang menikah berharap untuk bisa hidup bahagia tetapi kok justru malah terlihat makin melelahkan. Mungkin kita lupa jika tujuan pernikahan bukan hanya sekedar cinta.
Cara Menemukan Konsep Sakinah dalam Pernikahan
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
Allah SWT menjelaskan bahwa pondasi dalam rumah tangga itu ada tiga:
1. Sakinah (Ketenangan)
Konsep sakinah dalam pernikahan Islam berarti di dalam rumah tangga itu hadir sebuah ketenangan dan kedamaian. Dengan hadirnya ketenangan dan kedamaian maka dalam rumah tangga tidak akan ada keguncangan.
2. Mawaddah (Cinta)
Konsep mawaddah adalah merupakan bentuk kasih sayang dan cinta. Tanpa adanya cinta tentu saja pernikahan atas terasa lebih hambar. Hadirnya perasaan cinta akan membuat rumah tangga lebih saling menjaga dan memiliki satu sama lainnya.
3. Rahmah (Kasih Sayang)
Konsep rahmah adalah bentuk kasih sayang. Pernikahan yang diselimuti dengan kasih sayang akan membangun kepercayaan dan kepedulian.
Allah SWT mengurutkan konsep sakinah terlebih dahulu, kemudian disusul dengan mawaddah pada urutan kedua, dan rahmah pada urutan ketiga. Hal tersebut berarti pernikahan bukan hanya sekedar soal cinta atau berkata dan melakukan hal yang romantis, tetapi juga perihal ketenangan hati yang datangnya itu dari Allah SWT.
Konsep sakinah bukan berarti rumah tangga yang dijalani tidak ada masalah sama sekali. Tetapi hal ini menekankan jika ada ujian, hati tetap merasa tenang karena ada Allah SWT.
Kalau hanya mengandalkan soal cinta maka hal tersebut akan bisa pudar, kalau hanya mengandalkan kasih sayang maka bisa berkurang, tetapi kalau tujuannya mencari ridha dari Allah SWT konsep sakinah akan menetap.
Banyak sekali pasangan yang kehilangan ketenangan dalam pernikahan karena sibuk membandingkan diri dengan orang lain, menuntut lebih banyak dari pasangan tanpa melihat kondisinya terlebih dahulu, sering melupakan ibadah bersama, dan menganggap pernikahan hanya untuk dunia.
Untuk meraih konsep sakinah maka pasangan harus bisa menjadikan Allah SWT sebagai pusat rumah tangga mulai dari mengerjakan ibadah bersama seperti salat dan mengaji. Jangan pernah menuntut pasangan untuk menjadi sempurna dan menuntut banyak hal karena setiap orang memiliki kekurangan masing-masing.
Setiap pasangan yang sudah menikah harus bisa berkomunikasi dengan hati bukan dengan emosi serta saling sabar dan saling memaafkan. Pernikahan bukan hanya sekedar hidup bersama orang lain, melainkan pernikahan adalah sebuah bentuk ibadah menuju jalan yang di ridhai oleh Allah SWT.
Konsep sakinah itu selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap urusan rumah tangga. Kalau Allah SWT sudah hadir dalam hubungan itu, akan selalu ada sakinah meskipun badai diluar mengguncang sangat dahsyat.
Banyak sekali orang-orang yang buru-buru menikah hanya sekedar karena cinta, karena takut terlambat, atau karena melihat semua orang yang ada di sekitarnya sudah menikah terlebih dahulu.
Dalam membangun rumah tangga bukan hanya dilandasi atas dasar cinta, sekedar pesta mewah atau gantinya status. Pernikahan di dalam Islam bukan hanya sekedar kontrak sosial melainkan mithaqan ghalizan yang berarti ikatan yang kuat.
Itulah tadi mengenai cara menemukan konsep sakinah dalam pernikahan. Sebelum menentukan untuk melangsungkan pernikahan, siapkan juga niat dan mental sebelum menikah.
Kalau niatnya sekedar mencari kebahagiaan, maka akan selalu goyah dan merasa kurang. Tetapi kalau niatnya karena Allah SWT, maka setiap masalah bisa jadi ladang pahala.
Cinta dalam Islam bukan hanya sekedar menerima, tetapi juga memberi tanpa syarat. Pernikahan adalah belajar, saling melengkapi, dan saling menutupi kekurangan.
Menikah bukanlah sekedar mencari seseorang yang sempurna melainkan belajar bersama agar Allah SWT menyempurnakan jalan pernikahannya.
Baca Juga: Hukum Perempuan Melakukan Confess Kepada Laki-laki Menurut Pandangan Islam
Penulis: Suci Wulandari
