Beritaislam.com – Investasi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan aset kekayaan yang dimiliki dan kerap kali menjadi salah satu tujuan dari orang-orang untuk menyimpan harta kekayaan. Namun bagi seorang muslim, investasi bukan hanya bertujuan untuk mencari keuntungan dan mengembangkan aset semata.
Seorang muslim harus bisa melihat prinsip-prinsip syariah sebelum akan melakukan investasi agar menjadi investasi halal dan berkah. Karena jika tidak, maka hal tersebut bisa saja masuk kedalam kategori melakukan riba dan riba adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Sesuai dengan firman-Nya di dalam Al-Qur’an:
وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ
Artinya: : “Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275)
يَمْحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْمٍ
Artinya: “Allah menghilangkan (keberkahan dari) riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰوٓا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 130)
Tips Memulai Investasi Halal dan Berkah
Sebagai seorang muslim yang mukmin, hendaknya memulai investasi dengan jalan yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah Islam agar yang dihasilkan juga menjadi berkah dan diridhai oleh Allah SWT. Berikut ini tips untuk memulai investasi halal dan berkah
1. Pastikan Sumber Dana Halal
Pastikan uang atau harta benda lain yang akan diinvestasikan merupakan sumber dana yang halal. Jangan pernah menggunakan uang hasil riba, berbuat curang pada orang lain, judi, dan hal-hal yang diharamkan lainnya.
Pastikan memulai investasi dengan nilai yang kecil tetapi dicari dengan cara-cara yang halal dan sesuai dengan syariat Islam. Kualitas dari sumber dana lebih penting jika dibandingkan dengan nilai dan jumlah yang akan diinvestasikan karena Allah SWT melihat niat bukan jumlah.
2. Tentukan Tujuan Investasi untuk Hal Baik
Jangan lupa untuk menentukan tujuan investasi sejak awal yang nantinya akan digunakan untuk kebaikan. Tujuan investasi itu bisa berupa untuk pendidikan anak, dana pensiun, ibadah haji dan umrah, serta tujuan baik lainnya sesuai dengan syariat Islam.
3. Pilih Instrumen yang Sesuai dengan Prinsip Syariah
Pastikan untuk memilih instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah dan Islam dalam berinvestasi karena hal tersebut juga akan mempengaruhi hukumnya. Ada banyak sekali instrumen syariah yang bisa dipilih.
Seperti contohnya saham syariah, reksadana syariah, sukuk, deposito syariah karena semuanya diawasi oleh OJK dan DSN-MUI sehingga bisa terjamin kehalalannya.
4. Hindarilah untuk Berspekulasi yang Berlebihan
Investasi bukan merupakan judi dan bukan pula jalan yang bisa dijadikan apabila ingin cepat kaya tanpa adanya usaha disertai dengan ilmu. Investasi adalah tentang cara mengembangkan harta.
Dalam prinsip syariah Islam telah mengajarkan bahwasannya, kita harus senantiasa bisa menjaga prinsip kehati-hatian bukan keserakahan agar menjadi investasi halal dan berkah.
Maka kita senantiasa diajarkan untuk mengelola harta dengan bijak bukan hanya dengan nafsu yang menginginkan semuanya serba instan. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa bersabar.
5. Pelajari Ilmunya Terlebih Dahulu
Investasi bukan hanya sebagai ajang pamer dan FOMO semata. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan tren tetapi tidak pernah mengetahui ilmunya. Pelajari terlebih dahulu ilmunya, dan mulai pahami instrumennya.
Pahamilah instrumen setiap produknya karena dalam prinsip syariah Islam mengajarkan pentingnya ilmu baru menerapkan agar menjadi investasi halal dan berkah. Dengan mengetahui ilmunya, kita dapat terhindar dari jebakan yang nantinya akan merugikan setiap langkah investasi yang akan kita ambil.
6. Mulailah dari Nominal Kecil
Tidak harus menunggu kaya untuk bisa melakukan investasi. Mulailah terlebih dahulu berinvestasi dengan nominal yang kecil asalkan bisa konsisten untuk melakukannya. Bukan jumlah yang besar di awal, melainkan sesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki dari diri.
Jangan terlalu memaksakan apabila tidak memiliki nominal lebih, sebelum memulai berinvestasi pastikan terlebih dahulu melakukan perhitungan dan rencana keuangan.
7. Sisihkan untuk Bersedekah
Harta yang semakin berkembang dari investasi syariah yang dipilih akan semakin halal dan berkah apabila disedekahkan dengan orang-orang, Mulailah dengan sedekah dan berbagi kebahagian dengan orang tua, kerabat, teman, atau menolong sesama yang kurang mampu.
Dari situlah kemudian tumbuh keberkahan yang semakin melimpah dan Allah SWT senantiasa lipat gandakan harta kita karena sedekah tidak akan pernah mengurangi harta kekayaan dan agar menjadi investasi halal dan berkah.
8. Evaluasi dan Kelola dengan Bijak
Jangan lupa untuk senantiasa memantau hasil investasi secara rutin untuk mengetahui apakah hal tersebut sudah sesuai dengan tujuan dan target yang diinginkan. Dalam prinsip syariah Islam juga senantiasa mengajarkan bahwasannya kita harus menjaga keseimbangan dan agar menjadi investasi halal dan berkah.
Kita dilarang untuk boros dan serakah dalam mengelola harta kekayaan yang dimiliki. Dengan melakukan evaluasi tersebut, maka kita dapat mengelola harta dengan baik dan bisa terus terarah dalam hal-hal kebaikan.
Itulah tadi tips memulai investasi halal dan berkah. Hal terpenting ketika ingin memulai berinvestasi adalah meluruskan niat bahwa investasi bukan hanya untuk dunia tetapi juga bisa bernilai ibadah jika kita bisa menjaga amanah yang Allah SWT berikan supaya bisa membawa manfaat bagi diri sendiri dan sesama.
Investasi syariah membutuhkan waktu untuk tumbuh dan tidak bisa menghasilkan dengan cara yang instan. Allah SWT juga sangat mencintai hamba-Nya yang bersabar sehingga inilah bisa menjadi buah yang manis dan menghasilkan investasi halal dan berkah.
Baca Juga: Menyebarkan Dusta Demi Memperbanyak Like dan Viewers, Kenali 5 Bahayanya!
Penulis: Suci Wulandari
