Berita Islam – Istikamah merupakan sikap konsisten dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
Namun, di era digital saat ini, menjaga istikamah bukanlah perkara mudah. Media sosial menghadirkan berbagai godaan, mulai dari konten hiburan berlebihan, budaya pamer, hingga standar hidup semu yang kerap melemahkan keimanan.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Surah Hud ayat 112:
“Maka tetaplah engkau (Muhammad) di jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu…”
Ayat ini menegaskan bahwa istikamah membutuhkan keteguhan dan kesadaran penuh dalam menjalani perintah Allah.
Media sosial pada dasarnya bersifat netral, namun cara penggunaannya menentukan dampaknya. Ketika waktu lebih banyak dihabiskan untuk hal yang tidak bermanfaat, ketaatan perlahan terkikis tanpa disadari.
Sebaliknya, media sosial juga dapat menjadi sarana kebaikan apabila dimanfaatkan untuk mengakses ilmu, dakwah, dan konten yang menumbuhkan iman.
Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya konsistensi meski dalam amal kecil. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.”
Hadis ini menjadi penguat bahwa istikamah tidak menuntut kesempurnaan, melainkan keberlanjutan.
Cara menjaga istikamah di tengah godaan media sosial dapat dimulai dengan membatasi waktu penggunaan, menyaring konten yang dikonsumsi, serta meluruskan niat dalam setiap aktivitas digital.
Dengan kesadaran dan kontrol diri, media sosial tidak lagi menjadi penghalang, melainkan alat untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Pada akhirnya, istikamah adalah perjuangan seumur hidup. Selama niat tetap lurus dan usaha terus dilakukan, ketaatan akan tetap terjaga meski berada di tengah derasnya arus digital.
