Beritaislam.com – Fenomena mencintai diri sendiri semakin sering dibahas di tengah masyarakat modern. Banyak orang mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan mental, menetapkan batasan, dan tidak terus-menerus mengorbankan diri demi orang lain.
Namun, muncul pula pertanyaan: bagaimana sebenarnya Islam memandang konsep mencintai diri sendiri?
Mencintai Diri Sendiri dalam Pandangan Islam
Dalam Islam, mencintai diri sendiri bukan konsep asing dan bukan sebuah pembahasan baru . Islam memandang manusia sebagai makhluk mulia yang wajib dijaga kehormatannya, termasuk oleh dirinya sendiri.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an,
۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًاࣖ ٧٠
Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (QS. Al-Isra: 70).
Bahkan dalam Al-Quran, Allah berfirman bahwa manusia adalah sebaik-baiknya ciptaan.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ ٤
Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At-Tin: 4).
Maka, menjaga diri, baik fisik maupun mental, adalah bagian dari menghargai kemuliaan yang Allah berikan.
Mencintai diri sendiri dalam Islam juga tercermin dari larangan menyakiti diri. Sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 195.
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ١٩٥
Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Ayat ini menjadi dasar bahwa menjaga kesehatan, menghindari kelelahan berlebihan, serta tidak memaksakan diri di luar kemampuan termasuk bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Selain itu, mencintai diri sendiri juga tergambar dari menjalankan hidup dengan seimbang, tidak bekerja diluar batas, tidak membuang-buang waktu.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu (HR Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa memperhatikan kebutuhan diri, beristirahat, dan menjaga kondisi batin bukanlah bentuk egoisme, melainkan kewajiban.
Namun, Islam juga mengingatkan agar mencintai diri sendiri tidak berubah menjadi sikap individualistis. Prinsipnya adalah adil terhadap diri, tanpa melalaikan ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam Islam, mencintai diri sendiri berarti menjaga amanah Allah berupa tubuh, jiwa, dan waktu agar tetap berada di jalan yang diridai-Nya.
Dengan demikian, fenomena mencintai diri sendiri sejatinya sejalan dengan ajaran Islam, selama dilakukan dalam koridor iman, tanggung jawab, dan keseimbangan hidup.
Baca Juga: Demotivasi Nabi Yunus: Hikmah yang Bisa Diambil Dari Kisah Ini
Editor: Annisa Adelina Sumadillah
