Beritaislam.com – Self control dikenal sebagai kemampuan seseorang yang dapat mengendalikan dirinya secara emosional. Tidak mudah marah saat banyak kerjaan, tidak mudah mencaci saat ada orang yang berbuat salah, semua sikap ini biasanya selalu dikaitkan dengan kemampuan mengontrol diri.
Sikap semacam ini jika ditempatkan pada tempat yang benar, tentunya akan menjadi positif. Namun tahukah kamu jika ada beberapa self control yang dilarang dalam islam? Hal ini terjadi lantaran self control diterapkan dalam konteks yang salah, dan malah bertentangan dengan ajaran Islam.
Self Control yang Tidak Disukai Islam
Self control secara sederhana merupakan kemampuan seseorang dalam mengatur, membimbing dan mengarahkan emosi serta perilaku diri sendiri ke arah positif.
Orang yang menerapkan self control biasanya akan terlihat lebih dewasa tenang, dan berwibawa. Sehingga tidak heran banyak orang yang berusaha bisa menerapkan sikap ini dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, seringkali beberapa orang yang hanya fomo menjadikan self control sebagai tameng menutupi sikap apatis dan bodo amat terhadap Agama dan syariat yang ada.
Dengan dalil self control tutup mata dan telinga saat agamanya dihina. Sikap tenang dan diam semacam ini bukanlah bentuk kedewasaan, melainkan tanda lemahnya iman.
Dalam Islam, mengendalikan diri bukan berarti mematikan kepekaan terhadap kebenaran. Self control tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindar dari kewajiban membela agama dan mencegah kemungkaran.
Rasulullah SAW dengan tegas menjelaskan bahwa sikap diam terhadap kemungkaran bukanlah pilihan yang dibenarkan.
Dalam hadis shahih riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
Hadis ini menunjukkan bahwa diam tanpa sikap bukanlah bentuk self control yang terpuji, melainkan tanda lemahnya iman.
Menahan diri untuk tidak marah atau tidak bersuara saat agama dihina, justru bertentangan dengan ajaran Islam.
Allah SWT melarang umat Islam bersikap apatis terhadap kebenaran yang terdapat dalam Al-Qur’an.
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ ١١٠
Artinya: Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlul Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (QS.Ali Imran: 110)
Ayat ini menegaskan bahwa identitas seorang Muslim tidak bisa dilepaskan dari amar makruf nahi mungkar. Maka, self control yang membuat seseorang menutup mata, telinga, dan hati dari kemungkaran bukanlah pengendalian diri yang diridhai Allah.
Selanjutnya, self control yang tidak disukai dalam Islam yaitu sikap berpura-pura netral dalam urusan kebenaran.
Self control yang sebaiknya dilakukan muslim telah dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ مَا خُيِّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَأْثَمْ فَإِذَا كَانَ الْإِثْمُ كَانَ أَبْعَدَهُمَا مِنْهُ وَاللَّهِ مَا انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ فِي شَيْءٍ يُؤْتَى إِلَيْهِ قَطُّ حَتَّى تُنْتَهَكَ حُرُمَاتُ اللَّهِ فَيَنْتَقِمُ لِلَّهِ
“Rasul memilih perkara yg ringan jika ada dua pilihan selama tidak mengandung dosa. Jika mengandung dosa, Rasul akan menjauhinya. Demi Allah, beliau tidak pernah marah karena urusan pribadi, tapi jika ajaran Allah dilanggar maka beliau menjadi marah karena Allah (lillah).”
Self control dalam Islam bukanlah soal menahan emosi tanpa arah, tetapi mengendalikan diri agar tetap berada di jalur kebenaran. Marah karena agama dihina bukan aib, selama dilakukan dengan ilmu, adab, dan niat membela kebenaran, bukan sekadar meluapkan ego.
Jadi, itulah beberapa self control yang tidak disukai dan malah dilarang dalam Islam.
Baca Juga: 3 Bentuk Self Reward yang Dibenci Dalam Islam
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah
