Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Larangan Merugikan Diri Sendiri dalam Islam - At Least Aku Gak Ngerugiin: Larangan Merugikan Diri Sendiri dalam Islam

ArtikelKhazanahOpini

At Least Aku Gak Ngerugiin: Larangan Merugikan Diri Sendiri dalam Islam

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/19 at 11:10 AM
Annisa Adelina
Share
At Least Aku Gak Ngerugiin: Larangan Merugikan Diri Sendiri dalam Islam
SHARE

Beritaislam.com — Ungkapan “at least aku gak ngerugiin orang lain” kerap dijadikan pembenaran atas berbagai pilihan hidup. Mulai dari gaya hidup, kebiasaan, hingga keputusan yang sebenarnya berdampak buruk untuk dirinya sendiri. 

Dalam pandangan Islam, standar benar dan salah tidak berhenti pada ada atau tidaknya kerugian bagi orang lain tapi juga mencakup bagaimana perbuatan itu dapat merugikan dirinya sendiri atau tidak.

Larangan Merugikan Diri Sendiri dalam Islam

Dalam Islam, merugikan diri sendiri tetap termasuk perbuatan terlarang. Prinsip ini dikenal dengan istilah dharar, yaitu tindakan yang membawa mudarat, baik bagi orang lain maupun bagi diri sendiri. 

Al-Qur’an secara tegas menyebutkan larangan ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 yang menegaskan agar manusia tidak menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan.

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۝١٩٥

Artinya: Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baik. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. 

Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa keselamatan diri adalah amanah yang wajib dijaga. Dikutip dari NU Online,  makna “janganlah jerumuskan diri kalian” memiliki arti luas yang mencakup larangan bagi semua orang untuk meninggalkan perbuatan yang merugikan diri sendiri.  

Fenomena “at least aku gak ngerugiin” sering kali luput dari kesadaran bahwa tubuh, jiwa, dan hidup manusia bukan milik pribadi sepenuhnya. 

Dalam Islam, semua itu adalah titipan Allah SWT. Perbuatan yang merugikan diri sendiri kelak akan dimintai pertanggungjawaban. 

Allah SWT berfirman,

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا ۝٣٦

Artinya: Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (Al-Isra: 36).

Prinsip dharar ini menunjukkan bahwa Islam menutup pintu pembenaran atas tindakan yang membawa mudarat, sekecil apa pun dampaknya pada diri sendiri.

Ketika seseorang sadar bahwa pilihannya menjauhkan diri dari kebaikan, merusak kesehatan, atau mengikis iman, maka alasan “tidak merugikan siapa pun” menjadi tidak relevan.

Larangan merugikan diri sendiri dalam Islam justru hadir untuk melindungi manusia dari kehancuran perlahan yang sering tidak disadari.

Dengan demikian, kebebasan dalam Islam bukan kebebasan tanpa batas. Tidak merugikan orang lain, tapi merugikan diri sendiri tetap dilarang dalam Islam. Karena menjaga diri adalah bagian dari ketaatan, bukan sekadar urusan pribadi.

Baca Juga:Badmood Merusak Hari: 3 Cara Mengatasi Badmood Dalam Islam

Editor: Annisa Adelina Suamadillah

TAGGED: Larangan Merugikan Diri Sendiri dalam Islam
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Islam Melarang Pernikahan Paksa: Ternyata Ini 3 Alasan Logisnya Islam Melarang Pernikahan Paksa: Ternyata Ini 3 Alasan Logisnya
Next Article Tips Menghindari Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis, Tanpa Melukai Perasaan Orang Tips Menghindari Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis, Tanpa Melukai Perasaan Orang

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?