Beritaislam.com – Tidak terasa sebentar lagi bulan suci Ramadhan segera tiba, banyak kepercayaan yang mengatakan jika di bulan ini arwah orang yang telah meninggal akan pulang ke rumahnya. Kepercayaan tersebut sudah dipercaya secara turun temurun.
Banyak yang percaya jika pulangnya mereka untuk meminta doa para keluarga yang ditinggalkan. Biasanya juga dikaitkan dengan hawa sunyi, mimpi bertemu dengan almarhum, atau sebagainya. Namun benarkah hal ini terbukti dan dibenarkan dalam Islam?
Arwah Pulang Saat Puasa
Kepercayaan terkait arwah yang pulang ke rumah ketika bulan puasa tidak ada dasar ajaran dalam Al-Quran maupun hadits. Anggapan ini muncul bukan dari ajaran Islam, melainkan dari beberapa faktor.
1. Pengaruh Tradisi Lokal
Di banyak daerah Indonesia masih banyak kepercayaan turun temurun bahwa di waktu tertentu seperti bulan puasa, malam satu suro, malam Jumat, menjelang hari raya, dipercaya jika arwah leluhur akan pulang ke rumah. Tradisi seperti ini berasal dari ajaran atau kepercayaan sebelum Islam, budaya, faktor akulturasi.
2. Cerita Turun Temurun
Banyak cerita tentang arwah yang pulang di bulan puasa seolah menjadi warisan dari generasi ke generasi. Karena cerita tersebut akhirnya secara psikologis manusia akan mempercayai dan mengaitkan peristiwa biasa dengan hal gaib.
3. Kepercayaan Mimpi
Banyak orang yang mengaku pernah bertemu dengan orang yang telah meninggal melalui mimpi. Dalam Islam, tidak semua mimpi selalu berhubungan dengan hal gaib. Mimpi bertemu orang yang telah meninggal bisa jadi karena pikiran, rasa rindu, gangguan dari setan, atau mungkin mimpi baik sebagai kabar gembira.
4. Mistis
Dalam Islam penafsiran hal mistis tidak diperbolehkan dalam akidah. Seperti yang telah dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam QS. Yunus ayat 36:
وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّاۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَقِّ شَيْـًٔاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِمَا يَفْعَلُوْنَ
Artinya: “Kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna menyangkut (perolehan) kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan.”
Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa sesuatu yang berurusan dengan hal gaib haruslah berdasarkan dalil, dan jangan untuk selalu mengaitkan dengan dugaan atau perasaan.
5. Sikap Terhadap Alam Gaib
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 36:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Artinya: “Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
Arwah Bisa Kembali ke Dunia?
Seseorang yang telah meninggal tidak bisa kembali ke dunia. dalam Islam, orang yang sudah meninggal akan masuk ke dalam alam barzakh sampai hari kiamat tiba. Banyak orang meninggal yang ingin kembali ke dunia untuk memperbaiki perbuatannya semasa di dunia.
Tak sedikit dari mereka yang menyesal karena tidak melakukan ibadah, sedekah, memohon ampun kepada Allah SWT selama diri mereka masih hidup di dunia. Sebanyak apapun mereka meminta tetaplah tidak ada kesempatan untuk kembali ke dunia setelah terjadi kematian.
Tidak ada dalil Al-Quran ataupun hadits yang menerangkan bahwa arwah manusia yang sudah meninggal dapat datang ke dunia ketika bulan puasa. Tidak ada ajaran dalam Islam yang mengajarkan untuk menunggu orang yang telah meninggal.
Pada saat bulan puasa tiba, yang dapat kita lakukan untuk orang yang sudah meninggal yaitu mendoakan dan mengirim kan amal saleh kepada mereka. Amalan yang dapat dilakukan dan bermanfaat bagi mereka yaitu dengan mendoakan dan memohon ampun untuk mereka, bersedekah atas namanya, melunasi hutang semasa hidupnya.
Itulah pembahasan dari benarkah arwah orang meninggal dapat pulang saat bulan puasa. Pernyataan dan kepercayaan tersebut hanyalah mitos yang tidak memiliki landasan dalam Islam.
Baca Juga: Larangan Puasa Setelah Pertengahan Syaban: Ini Penjelasan Lengkapnya!
Penulis: Lintang Suryaningrum
