Beritaislam.com – Banyak orang berlomba mengejar amalan besar yang terlihat berat dan melelahkan, padahal dalam Islam ada amalan ringan yang pahalanya luar biasa.
Sayangnya, amalan-amalan sederhana ini justru sering terlewatkan karena dianggap sepele. Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa amalan tersebut mudah dilakukan, tetapi hanya sedikit orang yang benar-benar menjaganya.
Amalan Ringan yang Sedikit Orang Menunaikannya
Rasulullah SAW bersabda bahwa ada dua amalan yang apabila dijaga oleh seorang muslim, ia akan masuk surga. Amalan itu ringan, mudah dilakukan, namun hanya sedikit yang menunaikannya secara konsisten.
Ketika para sahabat bertanya tentang amalan tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa amalan itu adalah membaca tasbih sepuluh kali, tahmid sepuluh kali, dan takbir sepuluh kali setiap selesai shalat.
Bacaan tasbih meliputi subahanallah, tahmid meliputi alhamudlillah dan takbir meliputi lafadz Allahuakbar.
Rasulullah menjelaskan dalam hitungan lisan, bacaan ini hanya berjumlah 150 kali dalam sehari. Namun di sisi Allah, timbangan pahalanya mencapai 1500 kebaikan.
Perbandingan ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah kepada hamba-Nya. Amalan yang tampak kecil di mata manusia justru memiliki nilai besar di hadapan Allah.
Rasulullah SAW bersabda,
خَصْلَتَانِ لَا يُحْصِيهِمَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَهُمَا يَسِيرٌ، وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ قَالُوا: وَمَا هُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: يُسَبِّحُ أَحَدُكُمْ عَشْرًا، وَيَحْمَدُ عَشْرًا، وَيُكَبِّرُ عَشْرًا فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ، فَتِلْكَ خَمْسُونَ وَمِائَةٌ بِاللِّسَانِ، وَأَلْفٌ وَخَمْسُ مِائَةٍ فِي الْمِيزَانِ
Artinya, “Dua amalan yang tidaklah dihitung (dijaga) oleh seorang muslim kecuali akan masuk surga. Dua amalan itu sangat sederhana, namun orang yang menunaikannya sedikit. Ditanya oleh para sahabat, ‘Amal apa itu, wahai Rasulullah?’ Beliau meneruskan, ‘Salah seorang kalian bertasbih sepuluh kali, membaca tahmid sepuluh kali, dan membaca takbir sepuluh kali setiap usai shalat. Jadi totalnya 150 kali dalam lisan, namun jadi 1500 dalam timbangan amal,’” (HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi).
Sayangnya, banyak orang meninggalkan amalan ringan ini bukan karena sulit, melainkan karena lalai dan menunda. Kesibukan, rasa terburu-buru setelah shalat, atau menganggapnya tidak terlalu penting membuat dzikir ini perlahan ditinggalkan.
Padahal, Rasulullah SAW secara khusus menyebutkan bahwa hanya sedikit orang yang mampu menjaganya.
Hadis ini mengajarkan bahwa ukuran berat-ringannya amal bukan ditentukan oleh capeknya tubuh, melainkan oleh keikhlasan dan konsistensi dalam ketaatan. Islam tidak selalu menuntut amalan yang memberatkan, tetapi amalan yang terus dijaga, meski terlihat sederhana.
Dzikir setelah shalat adalah kesempatan emas yang sering terlewatkan. Di sela waktu yang singkat itu, Allah membuka pintu pahala yang besar.
Amalan ringan ini seharusnya menjadi pengingat bahwa jalan menuju surga tidak selalu sulit, tetapi membutuhkan kesungguhan untuk istiqamah. Jadi, itulah amalan ringan dengan timbangan yang berat.
Baca Juga: 7 Amalan Agar Hati Tenang
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
