Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - salat - Percuma Salat Kalau Kelakuannya Masih Minus: Persepsi Salah Dalam Masyarakat

ArtikelKhazanahOpini

Percuma Salat Kalau Kelakuannya Masih Minus: Persepsi Salah Dalam Masyarakat

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/23 at 4:36 PM
Annisa Adelina
Share
Percuma Salat Kalau Kelakuannya Masih Minus: Persepsi Salah Dalam Masyarakat
SHARE

Beritaislam.com – Di tengah kehidupan sosial, sering terdengar ungkapan yang seolah bijak namun menyimpan kekeliruan serius, “Percuma salat kalau kelakuannya masih buruk.” 

Kalimat ini kerap dilontarkan sebagai kritik moral, tetapi tanpa disadari justru mengaburkan kewajiban dasar dalam Islam. Alih-alih membimbing, ucapan ini sering membuat seseorang merasa tidak layak mendekat kepada Allah.

Perspesi Keliru Tentang Salat Dalam Masyarakat

Dalam Islam, salat adalah kewajiban mutlak bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Allah dengan tegas memerintahkan salat dalam banyak ayat, salah satunya dalam QS Al-Baqarah ayat 43,

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ ۝٤٣

Artinya: Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.

Salat diperintahkan bagi seluruh umat muslim yang berakal dan telah balig. Muslim diperintahkan untuk menegakkan salat tanpa syarat harus “sudah baik” terlebih dahulu. Kewajiban ini berdiri sendiri dan tidak bergantung pada penilaian moral manusia.

Salat tetap wajib dilakukan, baik seseorang sedang berada dalam kondisi iman yang kuat maupun saat ia masih bergelut dengan banyak kekurangan. 

Tidak ada dalil yang membenarkan meninggalkan salat karena merasa diri belum pantas atau karena perilaku belum sepenuhnya baik. Justru meninggalkan salat adalah bentuk kemaksiatan yang lebih besar daripada kekurangan akhlak yang sedang diperbaiki.

Memang benar, secara ideal salat berfungsi sebagai penjaga diri dari perbuatan keji dan mungkar sebagaimana disebutkan dalam QS Al-‘Ankabut ayat 45. 

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ ۝٤٥

Artinya: Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Namun ayat ini menjelaskan hikmah dan dampak salat, bukan syarat sah atau bolehnya seseorang menunaikan salat. Ketika dampak itu belum terlihat, yang perlu diperbaiki adalah kualitas salatnya, bukan dengan menghentikannya.

Narasi “percuma salat” sejatinya adalah bentuk keputusasaan yang dibungkus dengan nasihat. Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk menunggu sempurna sebelum taat. Perbaikan akhlak adalah proses, sementara salat adalah pondasi utama yang justru menopang proses tersebut.

Menyuruh orang meninggalkan salat karena perilakunya belum baik, sangat tidak diperbolehkan dan sama saja dengan memutus tali penghubungnya dengan Allah.

Dalam Islam, jalan kembali selalu dibuka, dan salat adalah salah satu pintu terpentingnya. Karena itu, seburuk apa pun keadaan seseorang, salat tetap harus ditegakkan, sambil terus berjuang memperbaiki diri. 

Saat kamu melihat saudara muslimmu berbuat jahat, nasihatilah mereka bukan malah mencibirnya dengan menyakutkan pada syariat yang diwajibkan atasnya.

Baca Juga: Sulit Bangun Salat Subuh? Inilah Tips Supaya Salat Subuh Bisa Konsisten!

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: salat, Percuma Salat Kalau Kelakuannya Masih Minus
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Muslim Percaya Reinkarnasi: Bagaimana Pandangan Islam Muslim Percaya Reinkarnasi: Bagaimana Pandangan Islam
Next Article Bolehkah Berhaji Dengan Berutang: Tolak Ukur Mampu yang Diisyaratkan dalam Islam Bolehkah Berhaji Dengan Berutang: Tolak Ukur Mampu yang Diisyaratkan dalam Islam

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?