Beritaislam.com – Pertanyaan mengapa Allah menguji orang yang sedang mendekat? Tidak sedikit orang merasa heran ketika hidupnya justru terasa lebih berat saat ia mulai mendekat kepada Allah. Ibadah diperbaiki, doa diperbanyak, maksiat ditinggalkan, namun ujian datang silih berganti.
Hati pun bertanya, “Bukankah aku sedang berusaha menjadi lebih baik, kenapa Allah malah buat makin sulit?” Pertanyaan ini wajar, tetapi Islam mengajarkan bahwa ujian bukan tanda Allah tidak suka kita mendekat, justru sering menjadi bukti bahwa seorang hamba sedang berada di jalan yang benar.
Hikmah Allah Menguji Orang yang Sedang Mendekat
Allah sendiri menegaskan bahwa ujian adalah bagian dari keimanan. Dalam Al-Qur’an disebutkan, mengapa Allah menguji orang yang sedang mendekat. Allah SWT berfirman,
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ٢
Artinya: Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? (QS. Al-Ankabut: 2).
Ayat ini menunjukkan bahwa iman bukan sekadar pengakuan lisan. Ketika seseorang mengaku beriman dan mendekat kepada Allah, maka keimanannya perlu dibuktikan melalui ujian agar menjadi nyata dan kokoh.
Menurut tafsir Wajiz, ujiannya bisa dalam bentuk cobaan, tugas-tugas keagamaan? Sebagai bentuk nyata dari keimanan seorang hamba.
Allah juga berfirman, bahwa di dunia ini setiap manusia akan diuji dengan banyak ketakutan, rasa lapar, kekurangan harta dan mereka yang bersabar adalah pemenangnya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٥
Artinya: Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar. (QS. Al-Baqarah: 155).
Semua ujian tersebut berfungsi untuk meneguhkan iman dan hati. Karena iman yang tidak pernah diuji akan rapuh dan mudah runtuh. Dari sinilah hati dilatih untuk bergantung penuh kepada Allah, bukan kepada keadaan atau manusia.
Logikanya sederhana, mengapa Allah menguji orang sedang mendekat yang bisa kita lihat bahkan dalam kehidupan dunia, orang yang sekolah tidak mungkin naik kelas tanpa ujian. Setelah proses belajar, selalu ada tes untuk menentukan kelayakan naik level melalui berbagai ujian.
Begitu pula dalam perjalanan iman. Ujian hadir sebagai proses pendewasaan spiritual, agar seorang hamba naik derajat dan kualitas keimanannya meningkat.
Selain meneguhkan hati, ujian juga menjadi ladang pahala. Setiap kesabaran, keikhlasan, dan usaha bertahan di jalan Allah tidak pernah sia-sia. Allah menjanjikan balasan tanpa batas bagi orang-orang yang sabar sebagaimana yang ada dalam surah Al-Baqarah ayat 155.
Maka, ketika ujian datang saat kita sedang mendekat, jangan buru-buru merasa ditinggalkan. Bisa jadi, Allah sedang menyiapkan hati kita untuk tingkat iman yang lebih tinggi.
Dengan demikian, inilah hikmah mengapa orang yang beriman dan hendak mendekat pada Allah mendapat banyak ujian.
Baca Juga: Ujian dan Cobaan Seorang Mualaf, Bagaimana Menghadapinya?
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
