Beritaislam.com – Hilah berasal dari kata al-ihtiyal yang diartikan tipu muslihat. Hilah secara sederhana memiliki arti yaitu upaya manusia untuk menipu, berbuat licik, mencari celah agar mendapatkan sesuatu yang “haram” menjadi terlihat “halal”.
Hilah disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 9, dimana ayat ini menjelaskan bagaimana orang kafir mengaku telah beriman padahal mereka hanya mencoba menipu Allah dan orang-orang beriman.
يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ ٩
Artinya: Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
Segala perbuatan hilah yang mencoba mengakali sesuatu yang haram agar terlihat samar dalam pandangan Syafi’i jelas keharamannya.
Bentuk Hilah Modern yang Sering Dilakukan Gen Z
Pertama, hilah mencari pasangan untuk menikah dengan cara pacaran. Dewasa ini, banyak sekali muslim yang nyaris “menormalisasi” pacaran dengan dalil pacaran buat nikah. Mereka merasa bahwa pacaran proses yang dibutuhkan untuk bisa selanjutnya memenuhi syariat Islam berupa menikah.
Banyak muslim yang menganggap bahwa tanpa pacaran, mencari pasangan seperti beli kucing dalam karung, merasa kurang bisa mengenal pasangan dan lainnya.
Padahal dalam Islam, sudah jelas bahwa Allah melarang segala sesuatu yang mendekatkan diri pada gerbang zina. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran surah Al-Isra ayat 32,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٣٢
Artinya: Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.
Orang-orang menganggap pacaran “hal yang baik” karena bertujuan untuk menikah. Jelas, ini keliru. Dalam Islam, proses memilih pasangan yang dihalalkan dan dibolehkan hanyalah proses taaruf, proses yang tidak mendekatkan manusia pada perbuatan zina.
Baca juga: Tapi Kita Pacaran Buat Nikah: Ketika Dosa Zina Dibungkus dengan Niat Baik
Kedua, datang ke clubbing. Mirisnya, banyak orang yang mengaku Islam tapi mereka datang ke tempat-tempat yang banyak mengandung kemaksiatan, dengan dalil “kita di sana cuma mau happy aja kok, gak mabuk, gak ngapa-ngapain juga.”
Padahal dalam Islam, jelas Allah melarang seorang muslim untuk datang ke tempat yang banyak mengandung maksiat, apalagi dengan tujuan yang tidak urgent yang diperbolehkan oleh syariat dan hanya untuk senang-senang semata.
اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ ٩١
Artinya: Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti? (QS. Al-Maidah: 91)
Jadi, itulah beberapa bentuk hilah modern yang sering dilakukan generasi Z, yang harus kita hindari. Hendaknya kita tidak mencari celah atas segala sesuatu yang jelas haramnya hanya karena mencoba menipu Allah, karena sesungguhnya yang tertipu hanya dirimu sendiri.
Baca Juga: Nikah Bukan Satu-satunya Solusi Biar Gak Zina: 3 Solusi Terhindar dari Zina yang Ditawarkan Islam
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.
