Beritaislam.com – Mungkin sebagian dari kita pernah menunggu antrian berjam-jam, entah di toko makanan, maupun pusat perbelanjaan demi mencobanya. Saat itulah kesabaran kita diuji, rasa lelah, atau mungkin juga membuat kita menjadi marah. Namun, semua itu tidaklah seberapa.
Padang mahsyar, ruang tunggu bagi umat Islam yang sebenarnya. Bukan lagi perihal hitungan menit atau jam, melainkan ribuan tahun lamanya untuk dihitung satu persatu amal kita selama hidup di dunia.
Bukan di ruangan dingin ber-AC, melainkan tepat dibawah matahari yang jaraknya hanya 1 mil diatas kepala kita. Tidak ada jalur orang dalam untuk bisa sampai lebih dulu, apalagi uang sogokan agar dipercepat dan dipermudah. Semuanya hanya sibuk memikirkan dirinya masing-masing.
Mengapa padang mahsyar disebut ruang tunggu sesungguhnya bagi umat Islam? Yuk simak bersama!
Padang Mahsyar, Ruang Tunggu Sesungguhnya Umat Islam
Saat di hari kebangkitan, seluruh umat Islam akan dikumpulkan di padang mahsyar untuk dihitung segala amal perbuatannya selama berada di dunia. Padang mahsyar merupakan ruang tunggu sesungguhnya bagi umat Islam karena disitulah seluruh amal kebaikan dan keburukan kita ditimbang untuk ditentukan akankah kita masuk surga atau neraka.
Namun, tidak semua umat Islam akan merasakan kelaparan, kehausan, maupun kelelahan dan kepanasan.
Ada tujuh golongan spesial yang Allah SWT siapkan tempat khusus saat di padang mahsyar kelak. Mereka akan dinaungi langsung oleh arsy, yang salah satu golongannya adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah dan orang yang hatinya terpaut ke masjid.
Alasan Menyiapkan Bekal Amal Saat di Padang Mahsyar
Apakah kita semua sudah menyiapkan bekal ketika sudah sampai ke fase tersebut? Mengapa kita perlu takut saat hari perhitungan di padang mahsyar? Berikut ini adalah alasannya!
1. Kita Datang Tanpa Apapun
Saat di padang mahsyar, kita datang tanpa membawa apapun selain dengan amal kebaikan yang dapat kita andalkan selama di dunia. Disini kita dibangkitkan kembali seperti seorang bayi yang dimana akan telanjang kaki, telanjang badan, dan belum di khitan.
Aisyah RA bertanya pada Nabi SAW “Apakah semua orang saling melihat satu sama lain ya Rasul?” Rasulullah SAW menjawab “Saat itu urusannya sudah masing-masing, mereka sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak akan sempat memikirkan hal seperti itu.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)
2. Matahari Berjarak Sangat Dekat
Saat hari itu, matahari jaraknya akan sangat dekat dengan manusia. Kalau di dunia jarak matahari dengan bumi sekitar 150 km, namun jarak ketika di padang mahsyar cuma 1 mil saja. Bisa dibayangkan betapa panasnya saat itu.
Tanahnya bukan rumput maupun pasir, melainkan tembaga atau perak putih datar yang dapat memantulkan panas. Tidak akan ada angin atau pepohonan hijau apalagi bangunan untuk tempat berteduh.
3. Setiap Orang Banjir Keringat Sesuai Dosanya
Karena panasnya, manusia di waktu itu akan banjir dengan keringat sesuai dengan tingkatan dosanya. Ada yang berkeringat hingga selutut, sepinggang, bahkan ada yang sampai mulut.
Bisa jadi, kalau di dunia seseorang itu sering berbuat maksiat maka disana bakal berenang atau tenggelam oleh keringatnya sendiri.
4. Satu Hari Terasa 50 Ribu Tahun
Disana, saat manusia sedang dihitung dan ditimbang amalnya akan antri satu persatu yang memakan waktu hingga 50.000 ribu tahun jika disetarakan kehidupan di dunia. Bahkan orang kafir akan teriak untuk minta dimasukan ke neraka asal tidak nunggu antrian yang panjang.
5. Orang Tidak Peduli dengan Orang Lain
Setiap orang tidak akan pernah peduli dengan orang yang lainnya. Mereka terlalu sibuk memikirkan dirinya masing-masing sehingga tidak ada waktu untuk membantu atau mengurusi hidup orang lainnya.
Kalau di dunia seseorang bisa menjadi sahabat karib atau saudara, kalau di padang mahsyar beda lagi ceritanya. Bahkan keluarga tidak ada yang peduli karena takut di tuntut haknya masing-masing.
6. Syafaat Nabi Harapan Umat Islam
Saat itu, hanya Nabi Muhammad SAW yang akan sujud dibawah arsy dan berkata “Ummati, Ummati, Ummati.” Beliau akan membantu para umatnya untuk lolos dari perhitungan ini. Jadi, kita sebagai umat Islam merupakan salah satu umat beruntung menjadi golongan Beliau.
7. Tenda VIP Golongan Khusus
Di tengah padang mahsyar yang panas itu, ada tenda khusus bagi tujuh golongan VIP yang dinaungi oleh arsy Allah SWT. Diantaranya yaitu, pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah, dua orang yang saling mencintai karena Allah SWT, dan orang yang sedekah diam-diam.
Itulah tadi pembahasan mengenai padang mahsyar ruang tunggu yang sesungguhnya dan alasan kita harus mulai menyiapkan bekal ketika akan sampai di fase tersebut.
Sebagai hamba yang bertakwa hendaknya kita mulai menyiapkan bekal dengan merutinkan melakukan amal kebaikan secara istiqomah. Jangan sampai kita termasuk golongan yang tidak mendapatkan tiket VIP dari Allah SWT dan tenggelam dalam panasnya api neraka.
Penulis: Suci Wulandari
