Beritaislam.com – Tahukah kamu jika ada hal yang dianggap sepela, sebuah kebiasaan yang ternyata dilarang dalam Islam? Di tengah kehidupan sehari-hari, banyak kebiasaan yang dilakukan tanpa rasa bersalah karena dianggap ringan dan tidak berdampak besar.
Padahal dalam pandangan Islam, sesuatu yang terlihat sepele di mata manusia bisa bernilai dosa di sisi Allah jika melanggar apa yang Rasulullah larang. Fenomena ini kerap terjadi karena minimnya ilmu dan kebiasaan menormalisasi perbuatan yang sebenarnya telah diperingatkan dalam hadis Nabi.
Kebiasaan yang Ternyata Dilarang dalam Islam
Pertama, kebiasaan yang sering dianggap remeh adalah menceritakan hal palsu agar orang lain terhibur. Dalam Islam, berbohong tetaplah dosa meskipun tujuannya untuk bercanda.
Rasulullah SAW bersabda,
لاَ يُؤْمِنُ الْعَبْدُ الإِيمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ الْكَذِبَ فِى الْمُزَاحَةِ وَيَتْرُكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ صَادِقاً
Artinya: Seseorang tidak dikatakan beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan dusta saat bercanda dan ia meninggalkan perdebatan meskipun itu benar. (HR. Ahmad 2: 352.)
Hadis ini menegaskan bahwa hiburan tidak boleh dibangun di atas kebohongan. Rasulullah SAW tidak melarang umatnya untuk bercanda, tapi harus tetap mengatakan kebenaran.
إِنِّي لأَمْزَحُ , وَلا أَقُولُ إِلا حَقًّا
Artinya: Aku juga bercanda namun aku tetap mengatakan yang benar. ” (HR. Thobroni )
Kedua, kebiasaan menertawa suara kentut orang. Islam mengajarkan adab dan menjaga kehormatan sesama.
Rasulullah SAW pernah mengingatkan,
إِلَامَ يَضْحَكُ أَحَدُكُمْ مِمَّا يَفْعَلُ؟
Artinya: Mengapa kalian mentertawakan kentut yang kalian juga biasa mengalaminya.” (HR. Bukhari).
Hadis ini menjelaskan bahwa sebagai seorang muslim, hendaknya kita tidak menertawakan sesuatu yang juga sering kita alami sebagai proses alami dalam tubuh.
Ketiga, membunuh semut dengan cara dibakar juga termasuk perbuatan yang dilarang.
Rasulullah SAW bersabda,
“نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ الصُّرَدِ ، وَالضِّفْدَعِ ، وَالنَّمْلَةِ ، وَالْهُدْهُدِ
Artinya: Rasulullah saw melarang membunuh burung shurad, kodok, semut dan burung hud-hud (HR.Ibnu Majah).
Rasulullah juga bersabda,
وأبي سلمة أن أبا هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول قرصت نملة نبيا من الأنبياء فأمر بقرية النمل فأحرقت فأوحى الله إليه أن قرصتك نملة أحرقت أمة من الأمم تسبح
Artinya: Dari Abu Salamah, Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bercerita bahwa suatu ketika seekor semut mengigit seorang nabi. Ia kemudian memerintahkan untuk mendatangi pemukiman semut, lalu pemukiman itu dibakar. Allah menegurnya, ‘Seekor semut menggigitmu, tapi kamu membakar satu umat (sekelompok semut) yang kerjanya bertasbih (HR Bukhari).
Keempat, kebiasaan berikutnya adalah memuji secara berlebihan, terutama jika sampai menumbuhkan kesombongan.
Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا رَأَيْتُمُ الْمَدَّاحِينَ، فَاحْثُوا فِي وُجُوهِهِمِ التُّرَابَ
Artinya; Jika Engkau melihat orang yang memuji, maka taburkanlah debu di wajahnya. (HR. Muslim no. 3002)
Karena pada sejatinya, pujian yang berlebihan bisa merusak hati orang yang dipuji dan yang memuji.
Jadi, itulah beberapa kebiasaan yang terlihat sepele, padahal dilarang dalam Islam.
Baca Juga: Larangan Mencela Makanan: Adab Muslim Terhadap Makanan
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
