Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - surga - Bahaya Suami Bersifat Dayyuts, Benarkah Tidak Akan Pernah Mencium Bau Surga?

Info Islami

Bahaya Suami Bersifat Dayyuts, Benarkah Tidak Akan Pernah Mencium Bau Surga?

Suci Wulandari
Last updated: 2026/02/02 at 4:44 PM
Suci Wulandari
Share
Bahaya Suami Bersifat Dayyuts, Benarkah Tidak Akan Pernah Mencium Bau Surga?
SHARE

Beritaislam.com – Ketika sudah menikah, suami memiliki kewajiban dalam memimpin rumah tangga, menafkahi anak dan istrinya, menjadi pelindung dan pembimbing keluarganya. Bukan hanya fokus pada materi saja, seorang suami juga harus bisa melindungi istrinya dari hal-hal yang bersifat kemaksiatan, dan suami yang lalai disebut dengan dayyuts dalam Islam.

Contents
Suami Bersifat Dayyuts, Benarkah Tidak Masuk Surga?Ciri-ciri Suami Bersifat DayyutsCara Suami Bersikap Agar Tidak Dayyuts1. Menguatkan Iman Keluarga2. Sering Mengajak Komunikasi3. Dapat Menjadi Teladan

Suami bersifat dayyuts menjadi hal yang sangat membahayakan karena ia membiarkan istrinya berbuat maksiat begitu saja tanpa adanya rasa cemburu. Ia tidak mengarahkan dan membimbing istrinya dengan baik sehingga istrinya hilang arah serta melakukan hal-hal yang dilarang oleh syariat Islam.

Suami Bersifat Dayyuts, Benarkah Tidak Masuk Surga?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Artinya: “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Dalil diatas adalah dalil shahih yang dimana menegaskan jika memang benar suami bersifat dayyuts tidak akan mencium bau surga apalagi sampai termasuk menjadi golongan ahli surga.

Allah SWT memerintahkan seorang laki-laki terutama yang sudah menjadi suami dapat membimbing istrinya menjadi lebih baik.Setiap manusia pasti menginginkan keluarga yang harmonis, dan Allah SWT juga lah yang telah menetapkan fitrah untuk menaruh rasa cinta dan kasih sayang seorang suami pada istri dan anaknya.

 Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran: 14)

Makna ad-dayyuts adalah seorang suami atau bapak yang membiarkan terjadinya perbuatan buruk dalam keluarganya (Lihat Fathul Baari, 10/406. Makna ini disebutkan dalam riwayat lain dari hadits di atas dalam Musnad Imam Ahmad, 2/69. Akan tetapi sanadnya lemah karena adanya seorang perawi yang majhul/tidak dikenal. Lihat Silsilatul Ahaaditsish Shahihah, 2/284).

Dalam Islam, seorang suami yang cemburu pada istrinya karena suatu kemaksiatan merupakan bentuk cinta yang diperbolehkan dalam syariat. Sehingga suami bersifat dayyuts atau membiarkan istrinya justru masuk ke dalam kemaksiatan adalah orang yang dibenci oleh Allah SWT.

Ciri-ciri Suami Bersifat Dayyuts

Suami bersifat dayyuts adalah suami yang berbahaya. Adapun ciri-cirinya yang sering terlihat yakni mengabaikan istri, anak-anaknya, maupun keluarganya yang perempuan untuk membuka aurat. Ia rela begitu saja aurat keluarganya yang perempuan dilihat yang bukan mahramnya.

Tak hanya itu, suami bersifat dayyuts juga tidak melarang istrinya ke tempat-tempat klub malam, tidak menjaga ikhtilat dengan laki-laki, dan hidup boros untuk membeli hal-hal yang tidak penting. Ia akan membiarkan istrinya bersenang-senang tanpa mengatur dan mengarahkan ke jalan yang benar.

Cara Suami Bersikap Agar Tidak Dayyuts

Seorang suami yang baik harus bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Berikut ini cara suami agar tidak bersifat dayyuts:

1. Menguatkan Iman Keluarga

Suami yang baik adalah yang selalu bisa mengajarkan keluarganya untuk selalu berada pada jalan kebaikan yakni jalan sesuai dengan ajaran Islam. Suami yang baik akan membimbing keluarganya sesuai dengan tuntunan Islam seperti mengingatkan nilai-nilai akidah.

2. Sering Mengajak Komunikasi

Suami yang baik adalah suami yang sering mengajak berdialog atau komunikasi dengan anggota keluarganya. Komunikasi akan menciptakan keluarga yang harmonis, penuh kehangatan, dan saling mengerti satu sama lain.

3. Dapat Menjadi Teladan

Seorang suami harus bisa menjadi teladan bagi istri maupun anaknya. Suami harus bisa memberikan contoh baik sikap, perbuatan, maupun perkataan dengan baik sesuai dengan syariat.

Itulah tadi pembahasan tentang suami dayyuts, ciri-cirinya, dan cara suami agar tidak bersikap dayyuts. Pada dasarnya, seorang suami memiliki kewajiban untuk bisa mengarahkan keluarganya agar senantiasa tidak melanggar syariat Islam.

Tugas suami bukan hanya sekedar memberikan nafkah, tetapi tanggung jawabnya lebih dari itu. Suami adalah pengayom, pelindung, dan penjaga bagi keluarganya karena itu adalah perintah dan tanggung jawab yang harus dipikul sesuai dengan syariat Islam.

Baca Juga: Tenang, Semua Sudah Allah Atur: Memaknai Surat At-Taghabun Ayat 11

Penulis: Suci Wulandari

TAGGED: surga, dayyuts, suami bersifat dayyuts
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Alasan Kenapa Seorang Muslim Tak Perlu Takut Kesepian di Dunia Alasan Kenapa Seorang Muslim Tak Perlu Takut Kesepian di Dunia
Next Article Adab Ibadah di Bulan Ramadhan: Mengapa Salat Tidak Didahulukan Saat Makanan Tersedia? Adab Ibadah di Bulan Ramadhan: Mengapa Salat Tidak Didahulukan Saat Makanan Tersedia?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
Info Islami

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!

4 Min Read
Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA
Info IslamiKeislaman

Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA

4 Min Read
Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!
Info IslamiKeutamaan

Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!

5 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?