Beritaislam.com – Rasa malas sering kali dianggap hal sepele, padahal rasa malas yang kita rasakan bisa menjadi penghalang besar bagi kebaikan. Rasulullah bahkan secara khusus berlindung kepada Allah dari sifat malas, karena dampaknya bukan hanya pada urusan dunia, tetapi juga akhirat.
Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْهَرَمِ، وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ»
Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan fitnah hidup dan mati.” (HR. Muslim)
Menariknya, cara Rasulullah mengatasi malas tidak selalu dengan hal besar, melainkan lewat kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Kebiasaan Kecil agar Terhindar dari Rasa Malas Ala Rasulullah
Pertama, memulai hari dan setiap aktivitas dengan berdoa. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk selalu menggantungkan segala urusan kepada Allah.
Doa di awal aktivitas bukan sekadar rutinitas, tetapi pengingat bahwa tenaga, semangat, dan keberhasilan datang dari-Nya. Ketika hati lebih dulu tersambung kepada Allah, rasa malas cenderung melemah.
Kedua, mengerjakan sesuatu secara konsisten meskipun sedikit. Rasulullah menegaskan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun kecil.
إنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
Artinya: Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhaanahu Wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim).
Konsistensi ini dapat melatih disiplin dan membiasakan diri untuk bergerak, bukan menunggu mood datang. Dari kebiasaan inilah, rasa malas perlahan terkikis.
Ketiga, tidak berlebihan dalam makan dan tidur. Rasulullah mencontohkan hidup yang seimbang dan tidak berlebihan. Terlalu banyak makan dan tidur sering kali membuat tubuh berat dan hati kehilangan semangat. Pola hidup sederhana justru membantu tubuh lebih ringan dan pikiran lebih jernih.
Keempat, menghindari lingkungan yang tidak membantu untuk berkembang. Rasulullah mengingatkan bahwa seseorang akan mengikuti kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Lingkungan yang gemar menunda, bermalas-malasan, atau melalaikan kewajiban bisa memperkuat rasa malas tanpa disadari.
Melalui kebiasaan-kebiasaan kecil inilah, seorang Muslim belajar terhindar dari rasa malas ala Rasulullah, bukan dengan paksaan, tetapi dengan kesadaran dan kedekatan kepada Allah.
Baca Juga: Tangisan Pohon Kurma Ketika Rasulullah Berkutbah!
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
