Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - puasa sunnah syawal - Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!

Info IslamiKeutamaan

Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!

Suci Wulandari
Last updated: 2026/02/20 at 9:35 AM
Suci Wulandari
Share
Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!
SHARE

Alfatihah.com – Setelah menjalani puasa ramadhan selama sebulan penuh, umat Islam juga dianjurkan puasa enam hari di bulan syawal. Adapun keutamaan menjalani puasa syawal enam hari yakni dosanya selama setahun akan dihapus. Namun, sering timbul pertanyaan bagaimana hukumnya orang yang memiliki hutang puasa ramadhan tetapi ingin berpuasa syawal.

Hakikatnya, qadha puasa ramadhan memang yang paling penting karena hal itu adalah sebuah kewajiban dan tanggungan umat Islam. Beberapa pendapat ulama memang ditekankan agar seseorang segera qadha puasa ramadhan terlebih dahulu, tapi jika puasa syawal terlebih dahulu bagaimana? Mari kita pelajari lebih lanjut!

Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Dahulu?

Dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan, ada beberapa orang yang mungkin saja tidak dapat melaksanakannya selama sebulan penuh karena beberapa udzur.

 فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ

Artinya: “Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Oleh karena itu, bagi siapapun yang meninggalkan puasa ramadhan wajib untuk qadha puasa ramadhan nya dan tidak diperbolehkan hutang puasa ramadhan nya masih belum lunas sampai dengan datangnya ramadhan di tahun berikutnya.

Namun, tak jarang juga seseorang ingin melaksanakan puasa syawal meskipun masih memiliki hutang puasa ramadhan. Puasa syawal adalah puasa yang Allah SWT sukai dan dilaksanakan selama enam hari setelah bulan ramadhan.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa selama setahun.” (Hadits Riwayat Ahmad 23533, Muslim 1164, Turmudzi 759, dan yang lainnya)

Dalam Islam, jika seseorang masih memiliki puasa ramadhan, maka memang sebaiknya qadha puasa ramadhan nya adalah yang paling utama.

Fatwa Imam Ibnu Utsaimin tentang wanita yang memiliki utang puasa ramadhan, sementara dia ingin puasa syawal,

إذا كان على المرأة قضاء من رمضان فإنها لا تصوم الستة أيام من شوال إلا بعد القضاء ، ذلك لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول : ( من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال ) ومن عليها قضاء من رمضان لم تكن صامت رمضان فلا يحصل لها ثواب الأيام الست إلا بعد أن تنتهي من القضاء

Artinya: “Jika seorang wanita memiliki utang puasa ramadhan, maka dia tidak boleh puasa syawal kecuali setelah selesai qadha. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melaksanakan puasa ramadhan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan syawal…”. Sementara orang yang masih memiliki hutang puasa ramadhan belum disebut telah berpuasa ramadhan. Sehingga dia tidak mendapatkan pahala puasa enam hari di bulan syawal, kecuali setelah selesai qadha. (Majmu’ Fatawa, 19/20)

Merujuk pendapat Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (wafat 974 H), yang harus lebih didahulukan dalam hal ini adalah qadha puasa Ramadhan, bukan puasa Syawal, bahkan makruh hukumnya jika oran​​​​​​​g melakukan​​​​​​​ puasa Syawal sebelum mengganti puasa Ramadhan. Ib​​​​​​​n​​​​​​​u Hajar mengatakan:

   يُكْرَهُ تَقْدِيمُ التَّطَوُّعِ عَلَى قَضَاءِ رَمَضَانَ   

Artinya: “Dimakruhkan mendahulukan puasa sunnah (Syawal) daripada mengganti (qadha) puasa Ramadhan.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, [Maktabah at-Tijariyah Al-Kubra: 1983 M], juz VIV, halaman 83).  

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali (wafat 795 H) mengatakan bahwa yang lebih utama untuk didahulukan adalah qadha puasa Ramadhan dari puasa Syawal, karena hal itu juga bisa mempercepat oran​​​​​​​g terbebas dari kewajiban mengganti puasa. Ia men​​​​​​​yebutkan:

   مَنْ كَانَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَلْيَبْدَأْ بِقَضَائِهِ فِي شَوَّالٍ فَإِنَّهُ أَسْرَعُ لِبَرَاءَةِ ذِمَّتِهِ، وَهُوَ أَوْلَى مِنَ التَّطَوُّعِ بِصِيَامِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ   

Artinya, “Barangsiapa memiliki utang puasa dari bulan Ramadhan, maka segeralah untuk menggantinya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat bebas dari tanggungannya. Ini lebih utama dari puasa sunah enam hari di bulan Syawal.” (Ibnu Rajab, Lathaiful Ma’arif fima li Mawasimil ‘Am minal Wazhaif, [Daru Ibn Hazm: 2004], halaman 244).  

Itulah tadi pembahasan mengenai hukum qadha puasa ramadhan terlebih dahulu atau melaksanakan puasa sunnah syawal. Qadha puasa ramadhan lebih baiknya untuk didahulukan karena hal tersebut adalah kewajiban.

Jika seseorang ingin melaksanakan puasa sunnah syawal, maka utamanya adalah mengganti hutang puasa ramadhan atau hutang puasa wajib lainnya kemudian dilanjutkan dengan puasa sunnah syawal.

Baca Juga: Mengapa Emotional Intelligence Harus Dimiliki Semua Orang? Inilah Pentingnya Mendidik Emosi dalam Islam!

Penulis: Suci Wulandari

TAGGED: puasa sunnah syawal, bulan suci ramadhan, keutamaan puasa syawal, qadha puasa ramadhan
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Memakai Inhaler Bagi Penderita Asma, Apakah Termasuk Membatalkan Puasa? Inilah Hukumnya! Memakai Inhaler Bagi Penderita Asma, Apakah Termasuk Membatalkan Puasa? Inilah Hukumnya!
Next Article Muntah Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Penjelasannya! Muntah Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Penjelasannya!

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
Info Islami

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!

4 Min Read
Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA
Info IslamiKeislaman

Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA

4 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?