Beritaislam.com – Di tengah kehidupan yang serba permisif, ungkapan “ah, cuma dosa kecil” sering kali terdengar ringan dan dianggap wajar. Banyak orang merasa tenang selama tidak melakukan dosa besar, seolah dosa kecil tak meninggalkan dampak berarti.
Padahal, dalam Islam, cara pandang seperti ini justru berbahaya karena membuka pintu kelalaian dan menjauhkan hati dari rasa takut kepada Allah.
Cuma Dosa Kecil …
Dosa adalah segala sesuatu yang melanggar perintah Allah dan larangan-Nya, baik dalam bentuk perbuatan, ucapan, maupun niat yang diwujudkan.
Rasulullah SAW memberikan ukuran yang sangat halus dan jujur tentang dosa.
Ketika beliau ditanya tentang apa itu dosa, beliau menjawab, “Jika suatu perkara singgah di dadamu kemudian engkau menolaknya.” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad).
Artinya, dosa tidak hanya diukur dari besar atau kecilnya di mata manusia, tetapi dari dampaknya pada hati seorang mukmin.
Setiap larangan dalam Islam yang tetap dilakukan akan mendatangkan dosa, meskipun terlihat ringan.
Rasa gelisah, tidak tenang, dan kegundahan hati adalah tanda bahwa fitrah iman masih hidup dan menolak kemaksiatan tersebut.
Bahaya Meremehkan Dosa Kecil
Pertama, meremehkan dosa kecil dapat membinasakan pelakunya karena terlena.
Rasulullah SAW dengan tegas memperingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap dosa-dosa yang dianggap remeh.
Dalam hadis dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW mengumpamakan dosa kecil seperti kayu bakar yang dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga mampu menyalakan api dan memasak roti.
Dosa kecil yang terus dikumpulkan dan nampak kecil dan sepele dapat membinasakan pelakunya ketika dihisab.
Rasulullah SAW bersabda,
“Berhati-alih dari dosa-dosa yang dianggap remeh, karena permisalan dosa-dosa yang dianggap remeh ibarat suatu kafilah safar yang bermalam di sebuah lembah, setiap orang mengumpulkan sebuah kayu bakar hingga mereka dapat membuat roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa yang dianggap remeh itu dapat membinasakan pelakunya jika ia dihisab” (HR Ahmad).
Kedua, dosa kecil yang dilakukan berulang-ulang dapat berubah menjadi dosa besar. Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa tidak ada dosa kecil jika terus-menerus dilakukan, dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar.
Pengulangan dosa menunjukkan sikap meremehkan larangan Allah, sehingga ditakutkan kadarnya akan terus bertambah dan menyeret pelakunya pada dosa yang lebih besar dan lebih berani.
Contoh sederhana yang sering terjadi yaitu awalnya cuma iseng chatan dengan lawan jenis lalu lama-lama ada keinginan untuk bertemu. Setelah bertemu, terjadi hubungan pacaran yang dilarang Allah SWT. Dosa kecil yang lama-lama menjadi dosa besar.
Ketiga, dosa kecil yang diremehkan akan menumpuk noda hitam di hati tanpa disadari. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa setiap kali seorang hamba berbuat dosa, akan muncul satu titik hitam di hatinya.
Jika dosa itu terus diulang, titik-titik tersebut akan memenuhi hati hingga menjadi gelap. Pada kondisi ini, seseorang tidak lagi mampu membedakan kebenaran dan kebatilan, serta tidak merasa terganggu oleh kemungkaran.
Meremehkan dosa kecil sejatinya adalah tanda lemahnya pengagungan kepada Allah. Karena itu, seorang mukmin hendaknya juga berhati-hati terhadap dosa yang dianggap kecil namun terus dilakukan. Dengan demikian jelaslah bahwa meremehkan dosa bisa menjadi gerbang kehancuran.
Baca Juga: 3 Perbuatan Dosa Yang Sering Kita Sepelekan Tapi Berujung Pada Dosa Besar, Muslim Harus Tahu!
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
