Beritaislam.com – Homesick merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan rasa rindu seorang perantau terhadap rumah atau tanah kelahirannya.
Fenomena semacam ini sering terjadi di kota-kota besar, dimana biasanya orang harus merantau entah untuk menempuh pendidikan, bekerja hingga ikut pasangan. Sehingga terkadang bertahun-tahun harus menahan rindu.
Homesick dalam Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW
Homesick atau kerinduan terhadap rumah juga pernah dirasakan orang paling mulia yaitu Nabi Muhammad SAW yang mencintai tanah kelahirannya, tapi demi risalah dan kebaikan Islam harus hijrah ke Madinah.
Rasulullah tumbuh besar di Kota Makkah, beliau dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai kota kelahirannya. Rasulullah pernah bersabda,
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ
Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau (Makkah) sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu” (HR Ibnu Hibban).
Kecintaan Rasulullah terhadap Makkah juga terlihat dari doa yang beliau panjatkan untuk Makkah,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَمَا حَبَّبْتَ إِلَيْنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ
Artinya: “Dari Aisyah Radhiallahu’anha dia berkata, Nabi SAW bersabda, “Ya Allah, berilah kecintaan kami terhadap Madinah sebagaimana kecintaan kami terhadap Makkah atau lebih cinta lagi.”
Dalam ‘Kitab Syarah Az-Zarqani Ala Mawahib Laduniyah karya Muhammad Az-Zarqani’ diceritakan bahwa saat seorang sahabat bernama Ashil al-Ghifari yang baru saja datang dari Makkah, hal pertama yang Rasulullah tanyakan pada sahabat tersebut yaitu mengenai keadaan Makkah.
Namun, ditengah cerita Rasulullah meminta sahabat tersebut tidak menjelaskan lebih detail lagi keadaan Makkah karena hal itu membuat kerinduan beliau pada Makkah semakin besar.
Homesick merupakan hal yang wajar terjadi pada manusia, sebagaimana yang terjadi pada Rasulullah. Dari kisah ini, kita bisa memetik pelajaran bahwa tidak masalah jika kamu merindukan tanah kelahiran atau rumahmu setelah bertahun-tahun tidak pulang.
Namun, jangan jadikan ketakutan merasakan homesick membuat langkahmu tertahan. Rasulullah sangat mencintai tanah kelahirannya, tapi tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk hijrah ke tempat yang lebih baik untuk Islam berkembang.
Saat pekerjaan menuntutmu untuk merantau yang membuatmu homesick, kamu bisa meneladani sikap yang Rasulullah lakukan ketika homesick seperti mendoakan tanah kelahiran dan bertanya pada orang yang baru saja dari sana.
Terlebih lagi di zaman sekarang, kamu bisa menggunakan teknologi untuk mengikis jarak kangen rumah melalui video call, telepon atau lainnya.
Selain itu, kamu juga bisa mencari kegiatan bermanfaat lainnya saat tiba-tiba perasaan homesick datang. Tapi perlu diingat, jika perasaan homesick terus berkembang dan semakin parah hingga mengganggu kehidupan sosialmu maka penting bagimu untuk meminta pertolongan pada yang ahli dibidangnya seperti psikolog atau psikiater.
Baca Juga: Cut Off Dalam Pandangan Islam: Memaafkan tapi Menolak Kembali Berjumpa
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.
