Beritaislam.com – Kalimat yang terdengar sepele seperti, “kenapa hujan sih?”, “kesal banget ada hujan!”, “hujannya kapan berhenti sih?” kalimat keluhan semacam ini sering kali dilontarkan saat hujan datang sering terucap tanpa disadari, padahal dalam Islam, lisan memiliki adab yang harus dijaga.
Tak sedikit orang merasa hujan sebagai gangguan. Rasa kesal, marah, bahkan umpatan muncul hanya karena hujan memaksa seseorang menunda rencana atau berdiam diri lebih lama. Padahal, cara seseorang menyikapi hujan mencerminkan cara ia memandang takdir dan rahmat Allah.
Hujan Dianggap Mengganggu Aktivitas?
Fenomena mengeluhkan hujan kerap terjadi di kehidupan sehari-hari. Ada yang takut bajunya basah, ada yang jengkel karena tidak bisa bepergian, ada pula yang kesal karena pekerjaan tertunda. Hujan akhirnya diposisikan sebagai penghalang, bukan nikmat.
Padahal dalam Islam, hujan adalah rahmat yang Allah turunkan untuk seluruh alam. Allah SWT berfirman,
ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻨَﺰِّﻝُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺚَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﻗَﻨَﻄُﻮﺍ ﻭَﻳَﻨْﺸُﺮُ ﺭَﺣْﻤَﺘَﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻲُّ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺪُ
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28).
Ayat ini menegaskan bahwa hujan bukan sekadar air dari langit, melainkan bentuk kasih sayang Allah yang menghidupkan bumi dan makhluk di dalamnya.
Dalil Larangan Mencela Hujan
Mencela hujan termasuk dalam sikap mencela ketetapan Allah. Ini adalah ucapan buruk yang tidak selayaknya keluar dari lisan seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ
“Janganlah kamu mencaci maki angin.”
Hujan seharusnya disambut dengan hati yang lembut, penuh syukur, dan diiringi doa. Bukan keluhan, apalagi umpatan. Sebab, dari rintik hujan itulah rahmat Allah sedang turun ke bumi.
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
Artinya: “Allah ’Azza wa Jalla berfirman, “Anak Adam menyakitiKu. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.”
Mencelah hujan sama saja seperti mencelah Allah yang telah menciptakan hujan. Dan ini perkataan buruk yang tidak seharusnya diucapkan seorang muslim.
Baca Juga: Hujan dalam Islam: Bahasa Langit yang Sering Tak Kita Pahami
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
