Beritaislam.com – Kita sering kali kerja keras tanpa henti setiap harinya bangun di pagi hari, target dari atasan terus meningkat, dan merasa belum mencapai apa-apa ketika melihat sosial media milik orang lain. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita telah hidup dihantui oleh sebuah perbandingan yang tiada henti.
Kerja keras tanpa henti secara tidak langsung akan membuat kita fomo sebab terus terjebak dalam ketakutan tertinggal pencapaian orang lain. Padahal kita sudah mati-matian mengejar namun tetap gagal juga pada akhirnya.
Lalu sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kita kerja keras tanpa henti justru membuat hati kita terasa kosong? Yuk simak penjelasannya!
Kerja Keras Tanpa Henti Namun Terasa Hampa, Mengapa?
Kita mungkin sering terlihat produktif dan sibuk tapi kita juga lelah jika hal tersebut dilakukan secara berulang kali. Kerja keras itu memang salah satu perbuatan yang baik tetapi jika kerja tersebut tanpa ada batasan, maka pada akhirnya akan membuat seseorang menjadi burnout.
Burnout merupakan seseorang yang kelelahan secara emosional sehingga meskipun seseorang disibukan banyak kegiatan tapi rasanya kosong dan hampa padahal sudah mencapai kesuksesan.
Kita sebagai manusia sering kali tidak pernah merasa cukup. Selalu merasa kurang jika belum memiliki sesuatu dan orang lain sudah mendapatkannya terlebih dahulu. Kita sudah terbiasa dengan pencapaian sehingga ingin mendapat hal yang lebih.
Manusia tidak akan ada pernah puasnya. Allah SWT menciptakan hawa nafsu namun sebagai manusia yang diberikan akal yang sehat, maka kita juga harus bisa mengendalikan hawa nafsu tersebut.
Islam tidak pernah melarang seseorang untuk kerja keras. Namun, kerja keras tanpa henti adalah hal yang salah. Kita tidak dianjurkan untuk terlalu terlena dengan dunia dan hati kita diperbudak oleh dunia.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Artinya: “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashas: 77)
Rasulullah SAW bersabda: “Tubuhmu memiliki hak atasmu.” (Hadits Riwayat Bukhari)
Jika kerja keras tanpa henti membuat kita jauh dari Allah SWT, maka ada yang tidak benar dari kerja kerasnya itu. Allah SWT senantiasa mengingatkan manusia agar tidak sampai terlena dari gemerlapnya duniawi.
Manusia bisa keluar dari zona tersebut jika mau mengubah pola pikir dan meningkatkan ketakwaannya. Kita diperbolehkan untuk kerja keras namun jangan sampai dunia bisa mengendalikan kita.
Itulah tadi pembahasan mengenai kerja keras tanpa henti namun hati selalu terasa kosong dan hampa. Pada hakikatnya, sukses tanpa adanya ketenangan hanyalah kelelahan yang tertunda. Jika hal ini tidak bisa kita atasi, maka jangan salahkan apabila hati selalu terasa kosong dan hampa.
Baca Juga: Bayi Baru Lahir, Apakah Tetap Wajib Membayar Zakat Fitrah? Inilah Penjelasannya!
Penulis: Suci Wulandari
