Beritaislam.com – Belakangan, narasi “kuliah itu scam” makin sering berseliweran di media sosial. Ada yang merasa kuliah tak menjamin pekerjaan, ada pula yang menilai pendidikan formal hanya buang waktu dan uang.
Padahal dalam Islam, menuntut ilmu seperti kuliah bukan semata hanya untuk mengejar dunia, tapi juga bisa jadi bekal untuk mengejar akhirat. Dengan ilmu yang didapat dari kuliah, kita bisa berkerja, dengan bekerja kita bisa menunaikan zakat, bersedekah, naik haji dan lainnya. Maka, tidak heran dalam Islam, menuntut Ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim.
Rasulullah SAW bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).
Cara Elegan Muslim Menanggapi Narasi “Kuliah itu Scam”
Pertama, luruskan niat sebelum sibuk membantah opini orang. Dalam Islam, nilai sebuah perbuatan sangat bergantung pada niatnya. Jika kuliah diniatkan untuk mencari ilmu, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri agar lebih bermanfaat bagi umat, maka omongan orang lain tak perlu terlalu diambil hati.
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal tergantung niatnya. Selama niatnya untuk Allah, label apa pun dari manusia tidak mengurangi nilainya di sisi-Nya.
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
Artinya: ” Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya mencari karena dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju .” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua, menanggapi narasi tersebut dengan edukasi, bukan emosi. Tidak semua orang yang mengatakan “kuliah itu scam” berniat meremehkan ilmu. Sebagian lahir dari pengalaman pahit atau kekecewaan pribadi.
Di sinilah sikap elegan seorang muslim diuji. Alih-alih merendahkan balik, ajak diskusi santai, dengarkan alasannya, lalu jelaskan bahwa kuliah bukan jaminan sukses, tetapi sarana. Seperti pisau, ia bisa bermanfaat atau sia-sia tergantung siapa yang memegang dan bagaimana menggunakannya.
Islam sendiri memuliakan ilmu dan proses mencarinya. Kuliah bukan satu-satunya jalan sukses, tetapi juga bukan sesuatu yang layak dicemooh. Seorang muslim tak perlu defensif berlebihan, cukup tenang, lurus niat, dan bijak dalam merespons.
Pada akhirnya, hidup bukan tentang memenangkan debat di media sosial, melainkan tentang bagaimana setiap pilihan dijalani dengan kesadaran dan tanggung jawab.
Baca Juga: Akibat Pemimpin Diberikan Ke Bukan Ahlinya: Peringatan Rasulullah SAW yang Sering Diabaikan
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
