Beritaislam.com — Ungkapan “at least aku gak ngerugiin orang lain” kerap dijadikan pembenaran atas berbagai pilihan hidup. Mulai dari gaya hidup, kebiasaan, hingga keputusan yang sebenarnya berdampak buruk untuk dirinya sendiri.
Dalam pandangan Islam, standar benar dan salah tidak berhenti pada ada atau tidaknya kerugian bagi orang lain tapi juga mencakup bagaimana perbuatan itu dapat merugikan dirinya sendiri atau tidak.
Larangan Merugikan Diri Sendiri dalam Islam
Dalam Islam, merugikan diri sendiri tetap termasuk perbuatan terlarang. Prinsip ini dikenal dengan istilah dharar, yaitu tindakan yang membawa mudarat, baik bagi orang lain maupun bagi diri sendiri.
Al-Qur’an secara tegas menyebutkan larangan ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 yang menegaskan agar manusia tidak menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan.
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ١٩٥
Artinya: Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baik. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa keselamatan diri adalah amanah yang wajib dijaga. Dikutip dari NU Online, makna “janganlah jerumuskan diri kalian” memiliki arti luas yang mencakup larangan bagi semua orang untuk meninggalkan perbuatan yang merugikan diri sendiri.
Fenomena “at least aku gak ngerugiin” sering kali luput dari kesadaran bahwa tubuh, jiwa, dan hidup manusia bukan milik pribadi sepenuhnya.
Dalam Islam, semua itu adalah titipan Allah SWT. Perbuatan yang merugikan diri sendiri kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah SWT berfirman,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا ٣٦
Artinya: Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (Al-Isra: 36).
Prinsip dharar ini menunjukkan bahwa Islam menutup pintu pembenaran atas tindakan yang membawa mudarat, sekecil apa pun dampaknya pada diri sendiri.
Ketika seseorang sadar bahwa pilihannya menjauhkan diri dari kebaikan, merusak kesehatan, atau mengikis iman, maka alasan “tidak merugikan siapa pun” menjadi tidak relevan.
Larangan merugikan diri sendiri dalam Islam justru hadir untuk melindungi manusia dari kehancuran perlahan yang sering tidak disadari.
Dengan demikian, kebebasan dalam Islam bukan kebebasan tanpa batas. Tidak merugikan orang lain, tapi merugikan diri sendiri tetap dilarang dalam Islam. Karena menjaga diri adalah bagian dari ketaatan, bukan sekadar urusan pribadi.
Baca Juga:Badmood Merusak Hari: 3 Cara Mengatasi Badmood Dalam Islam
Editor: Annisa Adelina Suamadillah
