Beritaislam.com – Masjid dalam sejarah Islam bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan pusat kehidupan umat yang menyatu dengan aktivitas sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.
Namun seiring berjalannya waktu, wajah masjid mengalami perubahan makna. Perbandingan antara masjid di masa Rasulullah dan masjid hari ini kerap memunculkan kegelisahan tentang arah peran masjid di tengah umat.
Perbedaan Masjid Zaman Nabi VS Masjid Zaman Sekarang
Pertama, masjid di zaman Nabi hadir sebagai ruang terbuka bagi umat. Masjid Nabawi menjadi tempat musyawarah, belajar, penguatan ukhuwah, hingga penyelesaian persoalan sosial.
Tidak ada pemisahan tegas antara ibadah dan kehidupan sehari-hari. Sementara pada Masjid zaman nabi VS masjid zaman sekarang, masjid modern cenderung dibatasi fungsinya hanya untuk ritual. Di luar waktu salat, masjid sering kali sepi dan tertutup, membuat umat merasa berjarak.
Kedua, masjid di masa Rasulullah sangat inklusif terhadap semua lapisan usia. Anak-anak tumbuh bersama masjid, mendengar ilmu, melihat teladan, dan membangun keterikatan emosional sejak dini.
Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana anak-anak kerap dianggap sebagai gangguan. Larangan dan teguran membuat masjid terasa asing bagi keluarga muda, sehingga kedekatan emosional sulit terbangun.
Ketiga, fungsi sosial dan kemanusiaan masjid di zaman Nabi begitu kuat. Masjid menjadi tempat menenangkan diri, menampung fakir miskin, hingga pusat pengobatan sederhana bagi yang membutuhkan. Masjid hadir sebagai pelindung sosial umat.
Pada banyak masjid saat ini, fungsi tersebut mulai memudar. Masjid tampil megah dan tertata, tetapi perannya sebagai ruang aman dan tempat pulang umat semakin menyempit.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa tantangan masjid bukan terletak pada fisiknya, melainkan pada cara memaknai fungsinya. Ketika masjid kembali didekatkan dengan kehidupan umat, ia tidak akan kehilangan kekhusyukan, justru menguatkan makna ibadah itu sendiri.
Jadi, itulah perbedaan antara masjid zaman nabi dan masjid zaman sekarang.
Baca Juga: Masjid Kehilangan Peran Sosialnya?: Kilas Balik Fungsi Sosial Masjid Nabawi di Zaman Nabi
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
