Beritaislam.com – Sebagai makhluk sosial, manusia tentu selalu bergantung dengan manusia lainnya untuk saling membantu. Seringkali cicrle pertemanan sangat mempengaruhi sifat dan perilaku kita dalam sehari-hari sehingga penting untuk memilih circle pertemanan positif.
Circle pertemanan positif akan membuat kita selalu termotivasi untuk berbuat kebaikan. Sedangkan circle pertemanan toxic juga akan membawa dampak buruk bagi kita dan akan merusak diri sendiri.
Oleh sebab itu, memilih circle pertemanan positif bukan hanya sebuah keharusan melainkan juga menjadi hal yang wajib agar mencapai kebaikan baik dunia maupun akhirat. Maka dari itu, sangat penting bagi kita melihat ciri-ciri sifat dan perilaku seseorang sebelum dijadikan teman.
Urgensi Memilih Circle Pertemanan Positif
Teman merupakan salah satu bagian terpenting manusia dalam menjalani kehidupan. Sehingga Rasulullah SAW sampai berpesan bahwa ukuran ketaatan seseorang juga bisa dilihat dari circle pertemanannya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ
Artinya: “Dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat.” (Hadist Riwayat Abu Dawud)
Dalam kitab ta’lim muta’alim karya Syekh az-Zarnuji dijelaskan adanya etika dalam memilih teman ketika dalam masa mencari ilmu, karena masa mencari ilmu inilah pergaulan sehari-hari seorang murid sangat berpengaruh terhadap perkembangan ilmu yang dipelajari, faktor eksternal seperti sosok teman sangat krusial posisinya dalam mendukung proses belajar.
وأما اختيار الشريك، فينبغى أن يختار المجد والوراع وصاحب الطبع المستقيم المتفهم، ويفر من الكسلان والمعطل والمكثاروالمفسد والفتان.
Artinya: “Tentang memilih teman, hendaklah memilih yang tekun, waro, bertabiat jujur serta mudah memahami masalah. Menyingkiri orang pemalas, penganggur, banyak bicara, suka mengacau dan gemar memfitnah.”
Circle pertemanan positif akan senantiasa membantu kita dalam mengatasi tantangan hidup dengan nilai-nilai yang baik, sedangkan teman yang buruk justru akan dapat memperburuk kondisi kita dan menarik kita ke arah yang salah.
Pilihan circle pertemanan positif menjadi sangat penting, maka Rasulullah ﷺ pun memberikan perumpamaan yang jelas tentang perbedaan antara teman yang baik dan teman yang buruk. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Musa radhiyallahu ‘anhu:
مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السَّوْءِ، كَمَثَلِ صَاحِبِ المِسْكِ وَكِيرِ الحَدَّادِ، لَا يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ المِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ، أَوْ ثَوْبَكَ، أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
Artinya: “Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk seperti penjual misk (sejenis minyak wangi) dan pandai besi. Tak lepas dirimu dari penjual misk, bisa jadi engkau membeli darinya atau engkau mendapati bau harumnya. Sementara pandai besi, bisa jadi dia membakar badan atau bajumu, atau engkau dapati bau yang tidak sedap darinya.”
Amr bin Qais al-Malaiy rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya pemuda itu sedang masa pertumbuhan. Sehingga apabila dia lebih mengutamakan untuk duduk bersama orang-orang yang berilmu, maka besar kemungkinan dia akan selamat. Namun bila dia cenderung pada selain mereka, maka besar kemungkinan dia akan rusak dan binasa.”
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah: 119)
Tips Menciptakan Circle Pertemanan Positif
Teman pasti akan membawa pengaruh sehingga diharuskan kita agar senantiasa berkumpul dengan circle pertemanan positif. Berikut ini tips menciptakan circle pertemanan positif:
1. Menghindari Perselisihan Tidak Perlu
Agar senantiasa menciptakan circle pertemanan positif, maka hindarilah perselisihan tidak perlu. Ada baiknya dalam pertemanan, kita senantiasa menciptakan sebuah keharmonisasan supaya pertemanan tersebut bisa langgeng.
Nabi Muhammad SAW melalui sabdanya, “Janganlah kalian membagi-bagi dalam perselisihan dan permusuhan yang tidak beralasan.” (Hadist Riwayat Muslim).
2. Apresiasi dengan Memberi Hadiah
Cara lain yang bisa diikuti untuk menciptakan circle pertemanan positif adalah memberikan apresiasi berupa hadiah kepada teman.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594 dan dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601, bersabda, “Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.”
Hadits tersebut menunjukkan bahwasannya saling memberi hadiah merupakan salah satu cara untuk memperkuat rasa cinta dan kasih sayang dalam sebuah hubungan, termasuk pertemanan.
3. Senantiasa Ajak dalam Kebaikan
Circle pertemanan positif akan senantiasa mengajak dalam kebaikan dan tidak pernah lupa dalam perihal akhirat. Circle pertemanan positif selalu membawa kita kedalam hal-hal yang baik sehingga kita tidak akan terbawa arus atau hal-hal yang tidak baik.
Itulah tadi mengenai urgensi memilih dan tips menciptakan circle pertemanan positif. Memilih circle pertemanan dalam Islam bukanlah hal yang sepele karena hal tersebut akan membawa peran dan pengaruh yang besar bagi kehidupan.
Circle pertemanan positif akan senantiasa bisa menginspirasi kita untuk selalu berbuat kebaikan dan pengingat kepada Allah SWT. OIeh sebab itu, pilih-pilih dalam pertemanan adalah hal yang perlu dan wajib.
Baca Juga: Lagu Gala Bunga Matahari, Benarkah Gambaran Surga yang Begitu Indah?
Penulis: Suci Wulandari
