Beritaislam.com – Saat sedang menstruasi perempuan biasanya mudah sekali perasaannya sensitif dan baper. Sering kali perempuan dianggap alay atau lebay bahkan tak jarang juga dianggap pura-pura sakit berlebihan padahal yang sebenarnya tidak separah itu.
Perempuan mudah baper saat menstruasi adalah hal yang sangat wajar karena saat menstruasi perubahan hormon dan mood seorang perempuan secara drastis naik turun. Meskipun dianggap hal yang biasa, faktanya menstruasi mengubah hampir semua yang ada pada diri perempuan seperti tubuh, emosi, dan pola pikirnya.
Alasan Perempuan Mudah Baper Saat Menstruasi dalam Islam dan Psikologi
Bukan sebuah drama, perempuan yang sedang menstruasi akan mudah berubah. Ketika itu, hormon estrogen dan hormon progesteron pada perempuan mengalami penurunan yang drastis.
Akibat penurunan hormon tersebut, dalam dunia psikologi perempuan mudah baper, mood cepat berubah dan tidak tentu, serta energi dan mental yang terus menurun. Oleh karena itu, tak sedikit perempuan yang sedang menstruasi mudah marah, sedih, bahkan bahagia.
Dalam Islam, perempuan adalah makhluk yang istimewa dan salah satu tanda ia makhluk istimewa juga ditunjukkan dengan diberikan menstruasi oleh Allah SWT. Menstruasi merupakan jeda bagi perempuan dalam Islam agar menjadi lebih tenang.
Perempuan membutuhkan ruang tenang untuk kehidupannya sendiri sehingga Allah SWT hadirkan menstruasi sebagai tanda cinta dan kasih sayang-Nya. Perempuan yang sedang menstruasi sering disalahpahami sebagai perempuan yang ribet..
Namun dalam Islam, justru perempuan ditempatkan di tempat yang paling tinggi karena fitrahnya yang sangat istimewa yaitu menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Islam sangat memuliakan perempuan karena perannya yang juga istimewa.
Perempuan mudah baper saat menstruasi bukanlah hal yang berlebihan. Karena adanya perubahan emosi dan energi tersebut, perempuan saat menstruasi cenderung lebih sensitif sekali terhadap kata-kata, ingin selalu dimengerti dan dipahami maksudnya, serta ingin menyendiri.
Dalam dunia psikologi, hal ini disebut dengan fase heightened emotional awareness yang ditandai perasaan perempuan mudah baper dan tajam namun bukan berarti lemah. Sayangnya, tidak semua orang memahami hal ini dan justru tak jarang menyalahkan perempuan yang terlalu menye-menye. Tak hanya itu, karunia dari Allah SWT yang hanya diberikan kepada perempuan ini sangatlah istimewa.
Ketika perempuan menstruasi, empatinya cenderung akan jauh lebih meningkat, kepekaannya akan menjadi lebih kuat, dan refleksi dirinya juga akan jauh lebih dalam. Menstruasi tidak hanya fase fisik tetapi juga fase psikologis untuk menyadarkan diri.
Di dalam Al-Qur’an, perempuan yang sedang menstruasi disebut dengan “adza” yang dimana menjelaskan bahwasannya menstruasi bukanlah aib tetapi kondisi biologis setiap wanita yang normal dan sehat.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Islam tidak pernah merendahkan seorang perempuan yang sedang menstruasi. Justru Allah SWT memberikan keringanan dalam perihal ibadah, pentingnya menjaga suatu kehormatan, dan larangan berbuat kasar.
Itulah tadi pembahasan mengenai alasan perempuan mudah baper saat menstruasi dalam pandangan Islam dan psikologi. Menstruasi merupakan tanda tubuh pada seorang wanita yang sistem reproduksinya berjalan normal dan sehat.
Secara psikologis, menstruasi juga mengajarkan mengenai batas diri, penerimaan perubahan dalam diri dan juga dapat berdamai dengan diri sendiri. Perempuan mudah baper saat menstruasi bukan sebuah kelemahan, melainkan cara Allah SWT menjaga perempuan.
Baca Juga: Promosi Pernikahan Dini di Media Sosial Lewat Akun Azkiave, Bagaimana dalam Pandangan Islam?
Penulis: Suci Wulandari
