Beritaislam.com – Perempuan adalah makhluk yang sangat istimewa dan mulia yang diciptakan oleh Allah SWT. Beruntunglah wahai wanita yang di akhir zaman seperti saat ini masih berpegang teguh pada akidah, iman, dan Islam. Rasulullah SAW selalu berpesan agar perempuan di akhir zaman tidak sampai tersesat dan terbawa oleh arus.
Pesan Rasulullah untuk perempuan akhir zaman bisa kita jadikan sebagai sebuah pengingat diri agar kita sebagai perempuan senantiasa mampu menjaga marwah yang ada. Sebagai seorang perempuan, banyak peran yang dapat kita optimalkan agar senantiasa meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.
Pesan Rasulullah untuk Perempuan Akhir Zaman
Di era akhir zaman seperti saat ini, banyak sekali perempuan yang tidak bisa menjaga dirinya atau bahkan tidak memiliki rasa malu padahal rasa malu merupakan salah satu bentuk wanita yang mahal. Berikut ini pesan Rasulullah SAW untuk perempuan akhir zaman:
1. Berpegang Teguh pada Agama
Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu masa orang yang sabar dalam agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (Hadist Riwayat Tirmidzi)
Dalam hadist diatas menjelaskan bahwasannya menjaga agama di masa yang penuh fitnah seperti akhir zaman saat ini sangatlah berat, seperti memegang bara api.
Itu dapat diartikan bahwasannya perempuan yang tetap berpegang teguh pada agama Islam, menjaga kehormatannya, menjaga lisannya, menjaga auratnya, adabnya meskipun lingkungannya tidak mendukung, maka ia akan mendapatkan pahala yang besar.
Pesan Rasulullah SAW sebagai perempuan akhir zaman yang imannya seringkali goyah dan naik turun, carilah lingkungan dan pertemanan yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan. Jangan pernah malu untuk berubah menjadi lebih baik karena tidak ada hal yang terlambat untuk belajar.
2. Menjaga Kehormatan dan Identitas
Rasulullah SAW bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (Hadist Riwayat Muslim no. 1467)
Dalam hadist diatas menunjukkan jika posisi perempuan shalihah sebagai “mutiara” yang menjadi penenang bagi rumah tangga dan masyarakat. Dalam konteks akhir zaman, perempuan yang senantiasa menjaga kehormatan, akhlak, dan integritas diri merupakan hal yang menjadi tameng.
Tameng disini artinya sebagai pelindung di tengah arus yang menyedihkan karena zina semakin dinormalisasikan dan gaya hidup semakin bebas. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya: Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (sesama muslim), hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Hendaklah pula mereka tidak mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
3. Aktif Menyebarkan Kebaikan
Banyak sekali perempuan di zaman Rasulullah SAW seperti Khadijah. Aisyah, Ummu Sulaim bukan hanya menjaga dirinya tetapi juga terjun langsung ke dalam dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapatkan pahala orang yang mengerjakannya.” (Hadist Riwayat Muslim).
Pesan Rasulullah SAW untuk perempuan akhir zaman seperti saat ini adalah perempuan harus bisa menjadi penggerak dalam kebaikan seperti contohnya, mengajarkan membaca Al-Qur’an, mendukung komunitas, membesarkan anak-anak shaleh, atau hanya sekedar membagikan konten-konten edukasi yang bermanfaat.
4. Perbanyak Doa dan Taubat
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa sebagai perlindungan: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (Hadist Riwayat Bukhari)
Akhir zaman merupakan keadaan yang dipenuhi dengan fitnah yang halus maupun besar. Perempuan mempunyai kelembutan fitrah. Maka pesan Rasulullah SAW jadikan doa, isttigfar, dan taubat sebagai salah satu tameng. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Artinya: “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan.” (QS. Al-Anfal: 33)
Itulah tadi mengenai pesan Rasulullah SAW untuk perempuan akhir zaman. Menjadi perempuan shalihah di akhir zaman seperti pesan Rasulullah SAW bukanlah perkara yang mudah. Maka jadilah perempuan yang tetap menjaga kehormatan, menyebarkan kebaikan, dan selalu bentengi diri dengan doa.
Baca Juga: 6 Sifat Wanita yang Seharusnya Dihindari Untuk Dijadikan Pasangan Hidup!
Penulis: Suci Wulandari
