Beritaislam.com – Menikah bukan hanya sekedar soal mencari pasangan yang dicintai tetapi juga soal penerimaan dan keikhlasan. Perihal menikah yaitu harus sudah sama-sama siap dari semua segi baik itu fisik, mental, maupun finansial.
Sebelum menikah, alangkah baiknya jika seorang wanita juga harus mengubah mindsetnya lebih baik bukan hanya seorang laki-laki yang bertanggung jawab pada semua hal. Menikah adalah ibadah terpanjang dan seumur hidup, jadi diperlukan kerjasama dan komunikasi antara suami maupun istri.
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Artinya: “Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” (QS. Adz-Dzariyat: 49)
Mindset Wanita yang Harus Diubah Sebelum Menikah
Menjadi seorang istri yang shalihah tentu saja menjadi impian setiap wanita. Tetapi justru ada beberapa pemahaman yang seringkali keliru dan membuat hubungan pernikahan menjadi rusak dan kurang harmonis.
Oleh sebab itu, sebelum menikah alangkah baiknya jika kita sebagai wanita bisa meluruskan niat dan mindset kita sejak saat ini agar siap menjadi partner hidup bagi suami kita kelak. Inilah beberapa mindset wanita yang harus diubah sebelum menikah:
1. Belajar untuk Minta Maaf
Banyak wanita yang menganggap bahwa dirinya selalu benar dan tidak pernah salah dalam segala hal. Padahal yang sebenarnya, menjadi seorang istri bukan berarti selalu benar dan bebas dari kesalahan.
Jika memang salah, akui dan terimalah dengan lapang dada. Segeralah untuk meminta maaf kepada suami. Demi menjaga sebuah hubungan, maka minta maaf terlebih dahulu tidak akan pernah mengurangi kemuliaan wanita di mata Allah SWT.
2. Mengurus Rumah Tangga Juga Sebagai Jihad
Beberapa wanita beranggapan bahwa jika setelah menikah, kehidupannya akan selalu terpacu pada dapur dan rumah seperti bersih-bersih, memasak, mengurus anak, dan lain-lain. Tak jarang banyak sekali wanita yang mengira hal tersebut adalah sebuah perbudakan dan menyuruh sebaiknya laki-laki tersebut mencari pembantu saja bukan isteri.
Pekerjaan rumah tangga memanglah bukan kewajiban mutlak bagi seorang istri. Baik suami maupun istri harus bisa kerjasama mengerjakan urusan dan masalah yang terjadi di dalam rumah tangga..
Namun bagi seorang istri, mengurus rumah tangga juga sebagai salah satu bentuk ta’awun (tolong menolong) dan sedekah terbaik bagi keluarganya. Ini juga termasuk ke dalam bentuk jihad di dalam rumah yang pahalanya sangat besar di sisi Allah SWT.
Mari kita belajar dari istri para sahabat Asma’ binti Abu Bakar dengan setia mengurus kuda dan kebun suaminya Zubair bin Awwam yang jaraknya sangat jauh.
Bahkan putri tercintanya Nabi, Fatimah Az-Zahra, tangannya sampai melepuh karena menumbuk gandum demi keluarganya. Mereka melakukannya dengan ikhlas sebagai bentuk cinta dan ibadah untuk keluarga.
3. Wanita Tidak Harus Selalu Mengurus Rumah Tangga
Banyak wanita yang mengira kehidupannya akan berakhir setelah menikah. Tidak akan ada lagi waktu untuk berkumpul bersama teman, belajar, maupun mengembangkan hobi. Padahal kehidupan setelah pernikahan tidak harus selalu mengurus rumah tangga.
Islam tidak pernah melarang wanita untuk belajar, berkarya maupun memiliki keahlian. Jika melihat pada zaman Nabi, Khadijah RA merupakan sosok wanita pebisnis yang sangat dihormati.
Selama semua dalam ridha suami dan tetap berpegang teguh pada syariat Islam, maka kita sebagai wanita tetap diperbolehkan untuk bertumbuh dan berkembang.
4. Tidak Harus Selalu Menuruti Kata Suami
Taat kepada suami itu adalah hal yang wajib dilakukan oleh istri. Namun bukan berarti seorang istri harus menuruti setiap hal yang dikatakan oleh suami.
Pengecualian dalam hal ini adalah ketika suami memerintahkan istrinya mengerjakan sesuatu yang dilarang oleh syariat Islam maka istri memiliki hak untuk menolaknya dan itu adalah wajib.
Rumah tangga yang baik dan sesuai dengan syariat Islam adalah rumah tangga yang di dalamnya ada musyawarah. Suami yang bijak akan senantiasa menghargai pendapat dan masukan dari istrinya.
Sebagai seorang istri yang cerdas, kita juga mempunyai hak untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan dengan cara yang baik.
Itulah tadi mengenai mindset wanita yang harus diubah sebelum melakukan pernikahan. Jadilah seorang istri yang cerdas yang paham mengenai hak, peran, dan kewajiban.
Pernikahan dan hubungan yang sehat dibangun atas pemahaman yang benar. Sebagai seorang wanita, teruslah bekali dirimu dengan ilmu supaya bisa menjadi partner yang baik.
Baca Juga: Hukum Perempuan Melakukan Confess Kepada Laki-laki Menurut Pandangan Islam
Penulis: Suci Wulandari
