Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - sedekah sebagai self reward - Self Reward yang Disukai Rasulullah: Benarkah Sedekah Salah Satunya?

ArtikelInfo Islami

Self Reward yang Disukai Rasulullah: Benarkah Sedekah Salah Satunya?

Annisa Adelina
Last updated: 2025/12/23 at 1:10 PM
Annisa Adelina
Share
Self Reward Ala Rasulullah: Benarkah Sedekah Salah Satunya?
SHARE

Beritaislami.com – Self reward sering dipahami sebagai bentuk apresiasi diri setelah lelah bekerja atau menghadapi tekanan hidup. 

Namun, dalam perspektif Islam, konsep self reward tidak selalu identik dengan memanjakan diri secara berlebihan. Self reward yang dapat dilakukan seorang muslim, salah satunya melalui sedekah.

Bisakah Bersedekah Menjadi Self Reward?

Bersedekah pada dasarnya memang ditujukan untuk membantu orang lain. Namun, Islam tidak menutup mata terhadap kebahagiaan batin yang dirasakan oleh orang yang memberi. 

Rasa lapang, tenang, dan bahagia setelah bersedekah merupakan bentuk kepuasan jiwa yang juga bisa disebut sebagai self reward. Perasaan inilah yang membuat sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pemberinya. 

Allah SWT berfirman,

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٦١

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah membawa kebaikan berlipat, tidak hanya secara materi, tetapi juga ketenangan hati bagi orang yang melakukannya.

Kemudian perumpamaan ini dijelaskan juga dalam surah Ali ‘Imran ayat 92,

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Seorang muslim yang menjadikan sedekah sebagai self reward tidak hanya akan merasa tenang tapi juga dapat memperoleh kebajikan yang utama dan sempurna di sisi Allah SWT. 

Apalagi jika sedekah yang dilaksanakan diniatkan murni hanya untuk Allah maka Allah pasti akan membalasnya dengan kebaikan di dunia maupun akhirat. 

Selain itu, Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang gemar bersedekah dan membantu orang lain. Dalam banyak riwayat, beliau menunjukkan bahwa memberi dapat menjadi cara membersihkan hati dari kelelahan jiwa dan keterikatan berlebihan pada dunia.

Dengan demikian, self reward ala Rasulullah tidak selalu berupa menikmati kesenangan pribadi. 

Bersedekah dengan niat ikhlas dapat menjadi self reward yang menenangkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus membawa manfaat bagi sesama. 

Baca Juga: Membangun Personal Branding Sebagai Wanita Muslimah, Bolehkah Dalam Islam?

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: sedekah sebagai self reward, self reward
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Pentingnya Niat dalam Setiap Aktivitas Sehari-hari Menurut Islam sebagai Landasan Nilai Amal Pentingnya Niat dalam Setiap Aktivitas Sehari-hari Menurut Islam sebagai Landasan Nilai Amal
Next Article 3 Bentuk Self Reward yang Dibenci Dalam Islam 3 Bentuk Self Reward yang Dibenci Dalam Islam

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
Info Islami

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!

4 Min Read
Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA
Info IslamiKeislaman

Peran Ulama Perempuan dalam Kultum Ramadhan: Meneladani Sosok Sayyidah Aisyah RA

4 Min Read
Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!
Info IslamiKeutamaan

Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Terlebih Dahulu? Inilah Penjelasannya!

5 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?