Beritaislam.com – Terkadang sulit bangun salat subuh adalah hal yang dialami oleh beberapa umat muslim. Bangun salat subuh memang menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika seorang pekerja yang dituntut untuk terus bekerja lembur atau shift di malam hari.
Bangun salat subuh adalah kewajiban bagi seluruh umat muslim tanpa alasan apapun, kecuali dengan disertai alasan yang syar’i yaitu udzur haid bagi perempuan. Mayoritas ulama juga sepakat bahwa meninggalkan salat wajib, termasuk sholat subuh, adalah dosa besar.
Bahkan, sebagian ulama berpendapat bahwa hal tersebut bisa menyeret seseorang pada kekufuran. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan salat.” (Hadist Riwayat Muslim, Kitab Al-Iman 82)
Tips Bangun Salat Subuh
Bagi sebagian umat muslim, kadang kalanya bangun untuk salat subuh menjadi bagian yang tidak mudah. Berikut ini adalah tips supaya dapat bangun salat subuh yang wajib dipahami!
1. Niat
Niatkan dari dalam hati untuk bisa bangun salat subuh. Segala sesuatu tergantung daripada niat, jika seseorang niat untuk bangun beribadah kepada Allah SWT maka Insya Allah dia akan bangun untuk salat subuh dengan sendirinya.
2. Ketahui Keutamaan Salat Subuh
Dengan mengetahui keutamaan salat subuh, maka Insya Allah seseorang akan lebih termotivasi untuk semangat dalam menjalankannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:“Dua rakaat sholat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Hadist Riwayat Muslim)
Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
ليسَ صَلَاةٌ أثْقَلَ علَى المُنَافِقِينَ مِنَ الفَجْرِ والعِشَاءِ، ولو يَعْلَمُونَ ما فِيهِما لَأَتَوْهُما ولو حَبْوًا، لقَدْ هَمَمْتُ أنْ آمُرَ المُؤَذِّنَ، فيُقِيمَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا يَؤُمُّ النَّاسَ، ثُمَّ آخُذَ شُعَلًا مِن نَارٍ، فَأُحَرِّقَ علَى مَن لا يَخْرُجُ إلى الصَّلَاةِ بَعْدُ
Artinya: “Tidak ada salat yang lebih berat dilaksanakan bagi orang munafik daripada salat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya (subuh dan isya), niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan muadzin agar didirikan (iqamah) salat lalu aku perintahkan seseorang untuk memimpin salat (berjamaah), kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang tidak keluar melaksanakan salat berjamaah di masjid (tanpa alasan yang benar).” (Hadist Riwayat Bukhari Muslim)
3. Tidur Awal Waktu
Usahakan agar dapat tidur di awal waktu agar bisa bangun untuk salat subuh. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum salat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (Hadist Riwayat Bukhari no. 568)
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah salat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan salat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah salat Isya, beliau mengatakan,
“Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al Bukhari, 3: 278)
4. Berwudhu Sebelum Tidur
Allah SWT sangat menyukai kebersihan dan kesucian. Sehingga sebelum tidur, kita dianjurkan untuk tetap dalam keadaan bersuci yaitu dengan berwudhu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ
Artinya: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (Hadist Riwayat Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
5. Membaca Doa Sebelum Tidur
Sebelum tidur, hendaknya membaca doa sebelum tidur. Doa ini juga bisa sebagai permohonan kepada Allah SWT agar dapat dibangunkan di waktu subuh.
Dari Hudzaifah, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Artinya: “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).”
Itulah tadi mengenai tips bangun salat subuh yang dapat diikuti. Sebagai umat Islam yang beriman, hendaknya kita dapat menjalankan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Kuncinya adalah diniatkan untuk ibadah dan juga mencari ridha dari Allah SWT agar bisa konsisten.
Baca Juga: 3 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh dan Tips Konsisten Melaksanakannya
Penulis: Suci Wulandari
