Beritaislam.com — Menangis saat menghadapi ujian hidup bukan tanda lemahnya iman. Islam tidak pernah melarang air mata, bahkan para nabi pun menangis ketika diuji.
Yang dilarang bukanlah tangisnya, melainkan keluh kesah yang diarahkan kepada selain Allah. Karena itu, Islam mengajarkan bentuk kesabaran yang tetap manusiawi, jujur pada perasaan, namun tetap lurus dalam iman.
Tips Sabar yang Dianjurkan Dalam Islam
Tips sabar yang dianjurkan dalam Islam, pertama yaitu bentuk sabar yang paling utama adalah bersabar dengan salat. Saat hati terasa sesak dan pikiran tak lagi tenang, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan salat sebagai penolong.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 45, Allah menegaskan agar orang-orang beriman meminta pertolongan dengan sabar dan salat.
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ ٤٥
Artinya: Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (QS. Al- Baqarah: 45)
Dan dalam Al-Baqarah ayat 153, Allah SWT berfirman,
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi ruang aman untuk mengadu, menangis, dan menenangkan hati di hadapan Allah tanpa perlu berpura-pura kuat.
Islam juga mengajarkan sabar yang dicontohkan langsung oleh Nabi Yaqub ‘alaihis salam.
Ketika menghadapi ujian kehilangan putranya, beliau memilih sabarun jamil, kesabaran yang indah yang diabadikan dalam Al-Quran surah Yusuf ayat 83.
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ اَنْفُسُكُمْ اَمْرًاۗ فَصَبْرٌ جَمِيْلٌۗ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّأْتِيَنِيْ بِهِمْ جَمِيْعًاۗ اِنَّهٗ هُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ ٨٣
Artinya: Dia (Ya‘qub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. (Kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semua kepadaku. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”
Nabi Yaqub menegaskan bahwa kesabarannya hanya bergantung pada pertolongan Allah. Bahkan saat kesedihan itu membuat penglihatannya memutih karena tangis, beliau tetap menjaga lisannya.
Dalam Surah Yusuf ayat 86, Nabi Yaqub berkata bahwa ia hanya mengadukan kesedihan dan dukanya kepada Allah, bukan kepada manusia.
قَالَ اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٨٦
Artinya: Dia (Ya‘qub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS.Yusuf: 86)
Selain itu, sabar dalam Islam juga berarti tetap berikhtiar tanpa mengeluh. Bersabar bukan berarti diam dan menyerah, melainkan terus berusaha sambil menjaga adab kepada Allah.
Allah menjanjikan bahwa siapa yang bertawakal kepada-Nya, maka Dia akan mencukupkannya, sebagaimana firman-Nya dalam Surah At-Talaq ayat 3.
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ٣
Artinya: dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.
Ikhtiar yang dilakukan dengan hati yang tenang dan lisan yang terjaga adalah bentuk sabar yang paling dewasa.
Dalam Islam, menangis boleh, lelah itu manusiawi, tetapi berharap dan bergantung hanya kepada Allah adalah kunci dari kesabaran yang sejati.
Jadi, itulah tips sabar yang dianjurkan dalam Islam, yang bukan hanya dapat menenangkan jiwa tapi juga menjadikan ujian sebagai saranan untuk semakin dekat dengan Allah SWT.
Baca Juga: Sabar Ada Batasnya? Belajar Kesabaran dari Nabi Yaqub AS
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
