BERITAISLAM.COM – Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kemudahan. Allah SWT tidak pernah membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ibadah, islam memberikan keringanan atau rukhsah agar umat tetap bisa beribadah meskipun dalam kondisi sulit. Lalu, apa itu rukhsah? Dan seperti apa contoh rukhsah dalam kehidupan sehari-hari? Yuk simak artikel berikut untuk penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Rukhsah?
Sebelum kita membahas terkait apa sebenarnya makna rukhsah, kita perlu membahas terkait azimah. Dikutip dari laman NU Online, azimah sendiri memiliki hubungan terhadap rukhsah, yang dimana azimah adalah hukum asal yang bersifat umum dan berlaku untuk seluruh manusia. Setiap individu terikat dengan ketentuan hukum azimah.
Contohnya adalah salat Zuhur, Asar, dan Isya yang masing-masing berjumlah empat rakaat dan memiliki waktu tertentu yang telah ditetapkan. Ketentuan ini bersifat universal, berlaku di mana saja dan bagi siapa saja.
Sementara itu, rukhsah merupakan bentuk pengecualian dari hukum azimah yang diberikan ketika terdapat halangan atau kondisi tertentu yang menyulitkan seseorang untuk menjalankan hukum asal tersebut. Oleh karena itu, rukhsah berfungsi sebagai keringanan bagi umat muslim agar tetap dapat menjalankan syariat sesuai kemampuannya dan agar ibadah tetap bisa dilakukan meskipun tidak sesuai dengan ketentuan asalnya (azimah).
Allah SWT menyebutkan keringanan ini dalam QS. Al-baqarah ayat 185:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.”
5 Contoh Rukhsah dalam Ibadah Sehari-hari
Terdapat beberapa contoh rukhsah yang diberikan oleh islam kepada para umat dalam menjalankan ibadah sehari-hari, diantaranya:
- Menjama dan Mengqashar Salat Saat Safar
Contoh rukhsah yang pertama yaitu diperbolehkan menjama dan mengqashar salat. Saat sedang bepergian jauh (safar), umat islam diperbolehkan untuk menjama (menggabungkan) dua salat sekaligus, dan mengqashar (meringkas) salat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Namun hal tersebut memiliki syarat yaitu jarak perjalanan sudah mencapai kurang lebih 80 km, dan safar tersebut bukan untuk maksiat.
Disebutkan dalam QS. An-Nisa ayat 101:
“Jika kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salat..”
- Tayamum Saat Tidak Ada Air atau Tidak Bisa Menggunakannya
Jika tidak ada air atau seseorang sedang sakit dan tidak bisa terkena air, maka ia boleh berwudhu dengan tayamum, yaitu menggunakan debu suci. Tayamum adalah bentuk rukhsah yang menunjukkan bahwa kesucian fisik tidak boleh menghalangi ibadah.
- Berbuka Puasa Saat Sakit atau Safar
Puasa Ramadhan wajib bagi setiap muslim, tapi orang sakit atau dalam perjalanan jauh boleh berbuka dan mengganti di hari lain setelah Ramadan.
- Salat Sambil Duduk atau Berbaring Jika Tidak Mampu Berdiri
Bagi orang yang sedang sakit atau lemah dan tidak bisa salat dengan berdiri, diperbolehkan salat dalam posisi duduk, bahkan berbaring jika perlu. Islam tidak memberatkan siapa pun dalam hal fisik. Ibadah tetap sah walaupun dilakukan dalam keadaan terbatas, selama ada niat dan usaha untuk melakukannya sesuai kemampuan.
- Boleh Tidak Puasa Bagi Wanita Hamil atau Menyusui
Contoh rukhsah yang terakhir yaitu boleh tidak puasa bagi wanita hamil atau menyusui. Wanita hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kesehatannya atau bayinya diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Namun, mereka harus menggantinya (qadha) di hari lain atau membayar fidyah sesuai kondisi.Keringanan ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada perempuan dalam kondisi khusus. Para ulama sepakat bahwa ini termasuk rukhsah yang bersifat fleksibel dan penuh hikmah.
5 contoh rukhsah di atas hanyalah sebagian dari banyak rukhsah yang Allah berikan dalam islam. Prinsip dasarnya adalah:
- Tidak menyulitkan hamba-Nya
- Memberi solusi dalam kondisi darurat
- Menjaga kewajiban tanpa memaksakan hal yang mustahil
Islam bukanlah agama yang kaku. Justru, ia memberikan ruang agar ibadah bisa dijalankan oleh semua kalangan, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.
Rukhsah adalah bukti bahwa islam adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan. Keringanan dalam ibadah bukan berarti meremehkan perintah Allah, melainkan bentuk kasih sayang-Nya agar kita tetap bisa beribadah dengan maksimal sesuai kondisi. Dengan memahami rukhsah dan contoh rukhsah, kita bisa lebih tenang dan yakin bahwa setiap ibadah yang kita lakukan meskipun dengan cara yang berbeda, tetap sah dan bernilai di sisi Allah, selama dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai tuntunan syariat.
Baca Juga: Hukum dan Praktik Shalat Jamak dan Qashar
