Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Biografis Singkat Tokoh Islam - Abu Ali Al Hussain Ibnu Abdullah Ibnu Sina: Bapak Kedokteran Modern

TokohSejarah

Abu Ali Al Hussain Ibnu Abdullah Ibnu Sina: Bapak Kedokteran Modern

Hanif Sayyid
Last updated: 2024/03/29 at 9:35 AM
Hanif Sayyid
Share
Ibnu Sina
Image By Google
SHARE

BERITAISLAM.COM- Abu Ali Hussein Ibnu Abdullah atau yang lebih dikenal juga dengan Ibnu Sina merupakan salah satu dari sekian banyak ilmuwan muslim yang pengaruh ilmunya masih kita dapat rasakan hingga saat ini. Ibnu Sina atau yang didunia barat yang lebih mengenalnya dengan nama Avicenna adalah seorang dokter sekaligus filsuf terkemuka didunia islam yang hidup pada abad pertengahan.

Contents
Biografi Singkat Ibnu SinaKarya dan Peninggalan Ibnu Sina

Karya-karyanya menjadi banyak rujukan para ilmuwan selama berabad-abad, namanya dikenal begitu luas dari timur hingga barat karena andilnya beliau dalam ilmu pengetahuan terutama ilmu kedokteran yang mana ilmunya masih menjadi rujukan hingga sekarang.

Dalam artikel ini beritaislam.com akan membahas biografi singkat mengenai Ibnu Sina hingga karya dan sumbangan beliau dalam ilmu pengetahuan.

Biografi Singkat Ibnu Sina

Dikutip laman wikipedia.org, Ibnu Sina lahir pada tahun 370 Hijriyah atau 980 Masehi di Afsyanah, dekat dengan Bukhara. Ibnu Sina hidup semasa dengan Daulah Abbasiyah yang mana ditandai dengan pesatnya ilmu pengetahuan.

Keluarga Ibnu Sina sendiri sangat menaruh perhatian yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan, maka dari itu ayahnya sendiri mendatangkan secara khusus guru untuk mengajarkannya ilmu Al Quran dan Sastra Arab [Adab, Literatur]. maka saat dirinya telah genap berumur 10 tahun, dirinya telah hafal Al Quran beserta teks sastra lainnya

Perkenalan awalnya dengan ilmu filsafat terjadi karena seringnya mendengarkan perdebatan ayahnya yang kerap didatangi oleh orang-orang Mesir pengikut Ismailiyah dan dari perdebatan itulah akhirnya Ibnu Sina mulai mengenal istilah-istilah jiwa dan akal perspektif Ismailiyah.

Selain belajar aritmatika Hindia, Ibnu Sina juga kerap mendatangi Ismail Az-Zahid seorang ulama sufi’ yang bermazhab  Hanafi yang tinggal di Bukhara untuk mempelajari ilmu fiqih dan yurisprudensi. Tidak lama setelah merasa cukup, ia mulai mempelajari ilmu filsafat dari seorang filsuf bernama Abu Abdillah An-Natili darinya ia belajar Isagoge karya porfioris. Setelah itu Ibnu Sina mempelajari logika [ilmu mantiq] dari organon karya Aristoteles.

Karir pertama sebagai seorang dokter adalah saat ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Masyhur Amir Bukhara, atas keberhasilan tersebut Nuh bin Masyhur mengizinkannya untuk mengakses perpustakaan kerajaan yang mana memperluas cakrawala pemikiran dan pengetahuannya.

Saat ia berumur 22 tahun ayahnya wafat yang menyebabkan ia memutuskan untuk pindah ke jurjan suatu daerah yang berdekatan dengan laut Kaspia, di sana ia mengajar ilmu logika serta astronomi. Kemudian ia pergi ke Ray dan Hamadan [Iran], menulis dan mengajar jadi kegiatan utamanya sehari-hari, dari Hamadan ia memutuskan pergi ke Isfahan dan menyelesaikan karya-karyanya.

Namun akibat terus melakukan perjalan dari satu kota kekota lain membuat kesehatan kian makin memburuk ditambah pergolakan dan kekacauan politik saat kian memperburuk kesehatannya. Dekade terakhirnya dalam hidupnya ia habiskan waktu untuk melayani seorang komandan militer Ala al-Daulah Muhammad, Ibnu Sina wafat umur 58 tahun Juni 1037.

Karya dan Peninggalan Ibnu Sina

1.Al Qanun Fi al-Tibb [Canon of Medicene]

2.Kitab al-Syifa [Buku Penyembuhan]

3.Muktasar al-awshat [Ringkasan Tengah]

4.Al Mabda Wal Ma’ad [Masa Awal dan Masa Kembali]

5.Kitab al-Ma’ad [Buku Masa Kembali]

6.Al-Arsyad al-kulliyah [Observasi Umum]

7.Kitab An-Najat

8.Kitab fi Aqsami al-‘Ulumi al-‘Aqliyyah.

9. Kitab Lisanu al-‘Arab

10.Kitab Al-Isharat wa al-Tanbihat, 

Selain kitab-kitab tersebut sebenarnya karyanya masih cukup besar tapi masih banyak yang bersilang pendapat tentang berapa total karya Ibnu Sina sebenarnya, maka dari itu kami akan menggunakan data dari para ahli,

1.Dari penyelidikan yang dilakukan oleh Father dari Domician di Kairo terhadap karya-karya Ibnu Sina, ia mencatat sebanyak 276 (dua ratus tujuh puluh enam) buah.

2.Phillip K. Hitti dengan menggunakan daftar yang dibuat al-Qifti mengatakan bahwa karya-karya tulis Ibnu Sina sekitar 99 (sembilan puluh sembilan) buah. Karya-karyanya ini sebagian besar dalam berbahasa Arab, tetapi ada sebagian kecil diantaranya berbahasa Persia, seperti Danishnamah ‘Ala’i (buku ilmu pengetahuan yang dipersembahkan kepada ‘Ala al-Daulah). Buku ini merupakan karya filsafat pertama di Persia Modern.

Itu sedikit penjelasan biografi dari Ibnu Sina, sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah orang shalih pada zaman dahulu yang luar biasa. Dari kisah-kisah mereka, semoga banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dan menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa dulu sebenarnya kaum muslim pernah memimpin dunia sebagai pusat peradaban dunia. semoga dengan dibuatnya artikel dapat menambah kesadaran kita sebagai generasi penerus Islam, Barakallahu fikum.

Baca Juga: Abu Rayhan Al Biruni: Sang Filsafat Sains Islam

TAGGED: Biografis Singkat Tokoh Islam, Ibnu Sina, Karya Ibnu Sina, kisah tokoh islam
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article diSyariatkannya Sahur Asal Mula diSyariatkannya Sahur Simak 2 Kisah Sahabat ini
Next Article Inilah Profil Imam Bukhari, Penghimpun Kitab Hadits Paling Shahih Inilah Profil Imam Bukhari, Penghimpun Kitab Hadits Paling Shahih

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman
ArtikelTokoh

Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman

4 Min Read
Mukena Bukan Syarat Sah Salat: Cek Sejarah Mukena Hadir Di Indonesia
Info IslamiSejarah

Mukena Bukan Syarat Sah Salat: Cek Sejarah Mukena Hadir Di Indonesia

3 Min Read
Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!
HikmahTokoh

Bilal bin Rabah: Muadzin Pertama Rasulullah, Yuk Cek Fakta Unik Tentangnya!

4 Min Read
4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan
HikmahTokoh

4 Hikmah Kisah Nabi Ayyub: Mengambil Sisi Kebaikan dari Sosok Teladan

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?