Beritaislam.com – Siapa saja figur dari Khulafaur Rasyidin? Sebelum membahas keempat khalifah tersebut, mari mengenal apa itu Khulafaur Rasyidin terlebih dahulu.
Istilah Khulafaur Rasyidin disini pasti umat Islam sudah tidak asing lagi. Julukan ini mempunyai pengertian yaitu pemimpin atau khalifah pengganti Rasulullah SAW setelah wafatnya.
Empat khalifah ini memimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW. Masing-masing dari kepemimpinannya, memiliki masa dan ciri khasnya masing-masing.
Inilah empat Khulafaur Rasyidin pengganti kepemimpinan Nabi SAW. Mari mengenal lebih dekat dengan sejarahnya.
Empat Khulafaur Rasyidin
1. Abu Bakar Ash Shiddiq
Abu Bakar Ash Shiddiq menjadi khalifah pertama yang menggantikan Rasulullah SAW setelah wafatnya. Abu Bakar Ash Shiddiq sempat merasakan berat hati karena tidak pantas jika menggantikan kepemimpinan Rasulullah SAW.
Proses pada pemilihan khalifah dilakukan dengan musyawarah antara kaum Muhajirin dan Anshar di Saqifah Bani Sa’idah, yang merupakan balai pertemuan di Madinah. Abu Bakar memiliki masa kepemimpinan selama 2 tahun 3 bulan.
Abu Bakar Ash Shiddiq merupakan salah satu sahabat Nabi SAW yang memiliki sifat jujur, sabar, dan lemah lembut. Oleh karena itu, Abu Bakar diberikan gelar oleh Rasulullah SAW yaitu ‘Ash Shiddiq’ yang artinya berkata benar.
Banyak yang berpikir, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Islam akan runtuh. Namun ketika Abu Bakar menggantikan kepemimpinannya, ia berhasil memberantas kaum yang murtad dari Islam.
Selain itu, prestasi lainnya yaitu melawan nabi-nabi palsu yang bermunculan setelah wafatnya Rasulullah SAW. Abu bakar juga memberantas orang yang tidak mau membayar zakatnya.
Masa pemerintahan Abu Bakar penyebaran Islam di beberapa wilayah diperluas, yaitu Suriah dan Irak. Setelah berakhirnya masa pemerintahannya, Abu Bakar berpesan agar Umar bin Khattab yang menggantikan kepemimpinannya.
2. Umar bin Khattab
Khulafaur Rasyidin yang kedua adalah Umar bin Khattab. Ia menggantikan Abu Bakar Ash Shiddiq dalam memimpin umat Islam pada kala itu.
Umar juga merupakan salah satu sahabat dekat juga mertua Nabi Muhammad SAW. Umar bin Khattab selalu dikenal dengan sosok yang berani, tegas, dan cerdas.
Rasulullah SAW menyebut Umar dengan sebutan ‘Al Faruq’, yang berarti pembeda. Dikarenakan Umar bin Khattab bisa membedakan kebenaran dan keburukan.
Prestasi yang ditaklukkan Umar pada masa kepemimpinannya yaitu dengan menjadikan Islam tumbuh pesat dan kondisi politik yang stabil. Ia juga memperluas penyebaran Islam di wilayah Mesir, Jazirah Arab, Negeri Syam, hingga Irak.
Umar juga membentuk pemerintahan seperti Persia. Meliputi departemen yang mengatur gaji dan pajak tanah, administrasi pemerintahan, mencetak mata uang, hingga membangun Baitul Mal.
Umar bin Khattab mempunyai masa pemerintahan selama 10 tahun 6 bulan, dan mendapat gelar ‘Amir Al-Mukminin’ yang artinya komandan orang-orang beriman. Pemerintahannya berakhir ketika ia wafat di umur 63 tahun.
3. Utsman bin Affan
Khalifah ketiga untuk mengganti kepemimpinan Rasulullah SAW yaitu Utsman bin Affan. Ia dipilih melalui rapat yang diadakan Umar bin Khattab sebelum wafat.
Utsman merupakan salah satu sahabat dekat Nabi SAW yang memiliki sifat pemalu, murah hati, dan juga dermawan. Nabi Muhammad SAW menjulukinya ‘Dzun Nurain’ yang artinya pemilik dua cahaya, karena ia menikahi dua putri Rasul SAW yakni Ummu Kultsum dan Ruqayyah.
Dalam masa pemerintahannya, ia memiliki prestasi dengan banyak menciptakan berbagai kebijakan yang brilian. Utsman juga merenovasi lebih indah dan memperindah Masjid Nabawi.
Selain itu juga Utsman sangat berjasa atas ide briliannya dalam menyusun dan membukukan mushaf Al Quran. Utsman bin Affan memiliki masa jabatan terlama yaitu 12 tahun.
4. Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah keempat sebagai pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW. Ali memiliki sifat yang cakap dalam berperilaku dan tutur katanya, serta pemberani.
Ia diberi gelar sebagai ‘Karamallahu Wajhahu’ yang artinya semoga Allah memuliakan wajahnya. Ali juga menikahi Fatimah Az-Zahra, yang merupakan putri dari Nabi Muhammad SAW.
Pada saat Ali bin Abi Thalib menjabat sebagai khalifah, Islam sedang mengalami masa sulitnya. Oleh sebab itu, ia memperbaiki bagian-bagian yang kurang sesuai, salah satunya seperti pegawai yang kurang aktif dalam bekerja.
Selain itu juga mengembangkan bahasa dan ilmu pengetahuan, membenahi keuangan Baitul Mal, menumpas para pemberontak Islam, dan memajukan pembangunan. Ali bin Abi Thalib merupakan Khulafaur Rasyidin yang terakhir sebagai pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW.
Itulah empat Khulafaur Rasyidin pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW yang harus dikenali sejarahnya. Di waktu kepemimpinan mereka memiliki ciri khas dan tantangannya masing-masing pada masanya.
Penulis: Ghina Shelda Aprelka
