Beritaislam.com – Kata Insya Allah seringkali diucapkan oleh masyarakat muslim di seluruh dunia. Namun, apakah seorang muslim benar-benar mengetahui makna dan penggunaannya?
Dalam artikel ini akan membahas makna dan penggunaan sebenarnya dari kata Insya Allah. Agar semua umat muslim paham dan tidak salah dalam menggunakannya.
Berikut ini akan membahas tentang makna kata Insya Allah. Dilengkapi dengan penggunaannya yang sering disalahpahami selama ini. Simak di bawah ini!
Makna Kata Insya Allah
Kata “إن شاء الله” memiliki arti yaitu “Jika Allah menghendaki”. Banyak yang salah paham bahkan menyalahgunakan arti atau makna dari kata Insya Allah tersebut.
Banyak yang meremehkan makna dari Insya Allah, karena mempunyai arti yang demikian. Namun banyak orang muslim salah, dan menggunakannya untuk mengingkari janji.
Padahal disini, mengucap Insya Allah adalah sama saja telah mengungkap janji yang berusaha untuk ditepati. Di dalam kata tersebut juga terdapat kata “Allah” yang mana Dia adalah Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta.
Jadi, hal ini tidak bisa disepelekan begitu saja oleh umat muslim. Apalagi hal tersebut bertujuan untuk berbuat buruk, seperti ingkar janji kepada orang lain maupun diri sendiri.
Kata Insya Allah juga di dalamnya terkandung lebih banyak penepatan janji. Jika dipresentasikan yaitu sebanyak 99 persen penepatan atau pemenuhan, 1 persen pengingkaran.
Jadi, perlu adanya kehati-hatian jika mengucapkan kata tersebut. Dan usahakan untuk tidak ingkar atau membuat janji palsu kepada orang lain maupun diri sendiri.
Penggunaan Kata Insya Allah
Dalam Tafsir Al Mishbah penggunaan kata Insya Allah ini dijelaskan. Sebagaimana kata ini memperlihatkan adab, bagaimana umat muslim menghadapi segalanya di masa depan.
Tak hanya itu, ternyata Insya Allah di Tafsir Al Mishbah juga mengandung permohonan untuk mendapatkan pertolongan dalam menghadapi segala sesuatu. Hal ini juga terkandung dalam firman Allah SWT, yaitu sebagai berikut:
وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا . إِلّا أَنْ يَشَاءَ الله
“Dan janganlah engkau mengatakan tentang sesuatu, ‘Aku akan melakukannya besok.’ Kecuali jika Allah menghendaki atau mengucapkan insya Allah.” (QS. Al Kahfi: 23-24)
Selain ayat di atas, ada hadits dari sabda Rasulullah SAW, yang artinya:
“Sulaiman bin Dawud alaihimassalam berkata: “Sungguh aku akan berkeliling (menggilir) 100 istriku malam ini, sehingga tiap wanita akan melahirkan anak yang akan berjihad di jalan Allah.”
Malaikat mengucapkan kepada beliau: “Ucapkan Insya Allah.” Namun Nabi Sulaiman tidak mengucapkan dan lupa.
Kemudian beliau berkeliling pada istri-istrinya. Hasilnya, tidak ada yang melahirkan anak kecuali satu orang wanita yang melahirkan setengah manusia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Kalau Nabi Sulaiman mengucapkan Insya Allah, niscaya beliau tidak melanggar sumpahnya dan lebih diharapkan hajatnya terpenuhi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Demikianlah makna dan penggunaan kata Insya Allah yang benar. Hal ini tentunya bisa dipelajari lebih dalam oleh semua umat muslim, agar tidak menyalahpahami dan menyalahgunakan kata Insya Allah.
Baca Juga: 5 Tingkatan Iman Manusia: Menurut Syekh M Nawawi dalam Islam
Penulis: Ghina Shelda Aprelka
