Beritaislam.com – Cinta merupakan sebuah perasaan dan anugerah terindah yang mulia dari Allah SWT. Oleh sebab itu Allah SWT menciptakan lawan jenis untuk saling berpasang-pasangan. Fitrahnya seorang laki-laki adalah mengejar perempuan, namun saat ini justru sebaliknya.
Hukum perempuan melakukan confess kepada laki-laki sebenarnya tidak ada hukum haram atau halalnya. Namun, fitrahnya seorang wanita adalah dikejar dan diperjuangkan oleh seorang laki-laki sehingga naluri berjuang laki-laki bisa tumbuh dari hal tersebut.
Hukum Perempuan Confess
Perasaan cinta merupakan sebuah perasaan yang terpendam dari dalam diri manusia. Tidak selalu perasaan cinta seseorang terlihat dari sikap, terkadang orang yang dicintai tidak selalu mengetahui perasaan cinta tersebut.
Dalam Islam, menyatakan perasaan cinta merupakan salah satu hal sunnah yang mulia. Sebagaimana dengan sabda Rasulullah SAW: “Jika salah seorang dari kalian mencintai saudaranya, maka beritahukan padanya.” (Hadist Riwayat Tirmidzi)
Meskipun tidak dianjurkan, namun dalam Islam sebenarnya tidak ada larangan perempuan melakukan confess kepada laki-laki terlebih dahulu. Bahkan sejak zaman Rasulullah, banyak perempuan yang langsung confess kepada beliau.
Apabila seorang perempuan melakukan confess kepada seorang laki-laki maka hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan. Islam tidak melarang laki-laki dan perempuan menjalin sebuah hubungan, namun hubungan tersebut haruslah dilandasi dengan syariat Islam.
Jika memang sudah siap untuk menikah, diharapkan laki-laki yang langsung menemui calon istrinya dengan menghadap kedua orang tua si perempuan. Cinta dalam Islam adalah hal yang sangat mulia sehingga tidak boleh didasari pada hawa nafsu semata.
Cinta merupakan hal yang suci sehingga tidak boleh diimplikasikan pada hal-hal negatif yang merusak harga diri dan martabat manusia seperti menuju ke arah perzinahan maupun hal-hal lain yang dilarang oleh syariat Islam.
Apabila seorang perempuan tetap ingin melakukan confess kepada laki-laki terlebih dahulu, maka sebaiknya meminta bantuan sahabat terdekat, sanak saudara, maupun keluarga untuk menjadi perantara dalam menyampaikan perasaan tersebut.
Islam tak pernah melarang jatuh cinta, atau mewajibkan seorang laki-laki harus menyatakan perasaannya terlebih dahulu kepada perempuan. Namun hakikatnya, perempuan sudah fitrahnya untuk diperjuangkan oleh laki-laki.
Jika perempuan ingin confess terlebih dahulu, maka gunakan bahasa yang baik dan sopan serta didampingi oleh perantara agar tidak terjerumus kedalam hal-hal negatif yang tidak bisa dikendalikan.
Karena melalui cintalah, seorang hamba bisa mendapatkan cinta dari Allah SWT. Sebagaimana yang diucapkan Hasan al-Bashri dalam kitab Jami’ul Ulum wal Hikam,
إنَّ أحبَّ عبادِ الله إلى الله الذين يُحببون الله إلى عباده ويُحببون عباد الله إلى الله ، ويسعون في الأرض بالنصيحة
Artinya: “Sesungguhnya, hamba yang dicintai di sisi Allah SWT adalah yang mencintai Allah SWT lewat hamba-Nya, dan mencintai hamba Allah karena Allah. Di muka bumi, ia pun memberi nasehat pada orang lain.”
Sebagaimana dalam kitab Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah berikut,
يَجُوزُ عَرْضُ الْمَرْأَةِ نَفْسَهَا عَلَى الرَّجُل وَتَعْرِيفُهُ رَغْبَتَهَا فِيهِ ، لِصَلاَحِهِ وَفَضْلِهِ أَوْ لِعِلْمِهِ وَشَرَفِهِ أَوْ لِخَصْلَةٍ مِنْ خِصَال الدِّينِ ، وَلاَ غَضَاضَةَ عَلَيْهَا فِي ذَلِكَ ، بَل ذَلِكَ يَدُل عَلَى فَضْلِهَا
Artinya : “Diperbolehkan bagi wanita untuk menawarkan dirinya kepada seorang laki-laki atau memberitahukan perasaan cintanya karena keshalihannya, keutamaannya, keilmuannya, kemuliaannya atau perkara lain yang berkaitan dengan keagamaan.”
Alasan Perempuan Sebaiknya Tidak Melakukan Confess
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa perempuan sebaiknya tidak melakukan confess:
1. Rasa Malu Mahkota Perempuan
Perempuan yang memiliki rasa malu jauh lebih bernilai harganya. Rasa malu adalah mahkota bagi perempuan yang mulia. Perempuan yang menjaga rasa malunya akan langsung dijaga oleh Allah SWT.
2. Memperbaiki Diri
Cara terbaik menjemput jodoh bagi perempuan adalah dengan memperbaiki dirinya melalui belajar ilmu agama, pengetahuan, mengejar karir, dan belajar hal-hal baru lainnya yang membantunya tumbuh dan berkembang jauh lebih berkualitas.
Perempuan harus bisa fokus upgrade dirinya jika menginginkan laki-laki yang setara dari segi apapun. Daripada hanya memikirkan cinta, sebaiknya pikirkan juga bagaimana cara menjadi perempuan yang berkualitas.
3. Diam Juga Bisa Bernilai Sebagai Ibadah
Ada riwayat yang menyebutkan bahwasannya: “Barang siapa yang jatuh cinta lalu memendamnya, menjaga diri, dan meninggal dalam keadaan itu, maka ia mati syahid.” (Faidh Al-Qadiir VI/233)
4. Laki-laki Fitrahnya Berjuang
Secara fitrahnya, laki-laki memang menjadi pihak yang mengejar dan itu sudah menjadi naluri dasarnya. Ketika perempuan yang justru mengejar laki-laki duluan, maka naluri laki-laki untuk mengejar perempuan biasanya akan berkurang dan memilih mundur.
5. Meneladani Sifat Khadijah
Jika meneladani sifat Khadijah, ia sangat menyukai dan mencintai Rasulullah SAW namun tidak menyatakan perasaannya secara langsung. Ia menggunakan perantara keluarganya untuk menyampaikan niat baiknya kepada Rasulullah SAW.
Ia sangat menjaga sifat, sikap dan perilakunya. Meskipun ia sudah sangat terpandang, namun soal adab dalam menjaga hati, ia juga sangat menaati.
Itulah tadi hukum perempuan melakukan confess dan alasan sebaiknya perempuan tidak melakukan confess. Dalam Islam, perempuan adalah makhluk yang muliah dan sangat dijaga.
Jika perempuan ingin confess diperbolehkan dengan aturan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan dan syariat Islam.
Baca Juga: Muslimah Wajib Tahu! Inilah Hukum Wanita Pakai Parfum dalam Agama Islam
Penulis: Suci Wulandari
