Beritaislami.com — Pernahkah kamu mempertanyakan pertanyaan kenapa kita harus selalu husnuzan pada semua takdir Allah serta bagaimana cara melatih hati selalu husnuzan?
Husnuzan terletak di dalam hati seseorang. Hati sendiri merupakan segumpal darah yang apabila baik, maka akan baik pulalah semuanya. Hal ini Rasulullah jelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi,
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ. رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging tersebut buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim).
Hati yang selalu diliputi suudzon, iri hati dan kebencian akan memberikan banyak dampak buruk diantaranya, hidup jadi terasa sempit saat menghadapi masalah. Selain itu, suudzon juga dapat membuat seseorang jatuh pada lubang dosa serta bermaksiat kepada Allah.
Cara Melatih Hati Selalu Husnuzan
Husnuzan berasal dari bahasa Arab yaitu “Husnu” (baik) dan “az-zan” (prasangka). Secara istilah, husnuzan dapat diartikan sebagai perbuatan berbaik sangka kepada Allah.
Seorang muslim senantiasa diperintahkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya, yang terdapat dalam hadis sebagai berikut,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675)
Tidak ada kerugian bagi seorang mukmin jika ia berbaik sangka pada Allah (husnuzun). Berikut beberapa cara melatih hati selalu husnuzan kepada Allah.
1. Ingatlah Bahwa Allah Baik
Saat sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, secara naluri manusia sering mempertanyakan, “kenapa hal ini bisa terjadi?”, “kenapa harus saya yang mengalami ini?”, “kenapa Allah kasih saya ujian hidup yang seperti ini?”.
Semua pertanyaan itu pasti pernah dirasakan, diucapkan atau hanya terbesit di hati semua orang yang berada di fase ujian hidup.
Namun, apa yang membedakan seorang mukmin dengan bukan? Cara mereka menyikapi jawaban dari pertanyaan itu. Jika orang kafir akan mengutuk Tuhan, marah dan kesal, seorang mukmin yang menyadari bahwa Allah Maha Baik, hatinya akan merasa tenang.
Analogi sederhananya, saat kamu sakit dan kamu datang ke dokter yang sudah memiliki banyak sertifikat, sudah diakui ilmunya oleh semua orang, saat dokter itu menyuntikmu, apa kamu merasa tenang saja? Apa kamu tidak merasa cemas? Padahal kamu tidak tahu cairan apa yang dokter itu suntikan pada tubuhmu. Kamu hanya tahu dokter itu ahli dalam bidangnya sehingga kamu merasa aman dan percaya.
Jika kamu sudah memahami bahwa Allah Maha Baik, maka hatimu juga akan tenang. Kamu hanya perlu berbisik pada hatimu, “tenanglah ada Allah yang akan urus urusan kita.” Yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji hambanya, diluar batas kemampuannya, sebagaimana yang tertulis dalam Al-Quran, surah Al- Baqarah ayat 256
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ
Artinya; “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya.”
Tak hanya itu, Allah juga memberikan garansi untuk hambanya bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Allah juga berfirman dalam surah Al-Insyirah ayat 5-6
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 5-6)
2. Teruslah Lawan Setiap Pikiran Buruk yang Datang
Cara melatih hati selalu husnuzan kepada Allah yaitu manusia harus memahami bahwa prasangka buruk bisa saja berasal dari iblis. Kita memiliki musuh yang sudah ada sejak Nabi Adam yaitu iblis. Iblis akan senantiasa sampai hari akhir mencoba menyesatkan semua keturunan nabi Adam ke neraka. Pikiran buruk, perasaan buruk, semua ini bisa saja datang dari setan.
Dalam Al-Quran, Iblis berjanji kepada Allah untuk senantiasa menggoda manusia agar menjadi sesat terdapat dalam Al-Quran yaitu,
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (Al-A’raf :16-17)
Jika pikiran buruk datang dan memenuhi hatimu. Kamu bisa melawannya dengan perbanyak dzikir. Sungguh dengan berdzikir hati menjadi tenang.
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. (QS. Ar-Ra’d: 28).
3. Yakin akan Kebesaran Allah
Masalah yang kamu hadapi bukanlah apa-apa jika kamu melihat alam semesta. Alam semesta yang sangat kompleks, yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri yang para ilmuwan tidak ketahui, merupakan bukti kebesaran Allah.
Allah saja mampu meninggikan langit tanpa tiang-tiang, hingga kamu bisa berjalan nyaman di muka bumi,
اَللّٰهُ الَّذِيْ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ يُدَبِّرُ الْاَمْرَ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاۤءِ رَبِّكُمْ تُوْقِنُوْنَ ٢
Allah yang meninggikan langit tanpa tiang yang (dapat) kamu lihat. Kemudian, Dia berkuasa atas ‘Arasy serta menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang telah ditentukan (kiamat). Dia (Allah) mengatur urusan (makhluk-Nya) dan memerinci tanda-tanda (kebesaran-Nya) agar kamu meyakini pertemuan (kamu) dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Rad:2).
Dengan memaknai hal ini, hatimu akan jauh lebih tenang sehingga bisikan setan yang terkutuk tak mampu menyentuh hati-hati bersih seorang mukmin yang ridho pada ketetapan Tuhannya.
Tidakkah, kamu ingin menjadi manusia yang dibicarakan semua malaikat di langit? Maukah kamu melihat keindahan dibalik setiap ujian yang ada, sebagai bentuk dari cinta Allah?
Jadi, itulah beberapa tips sederhana melatih hati untuk husnudzon kepada Allah. Dapat ilmu baru hari ini? Yuk, amalkan tips sederhana ini …
Baca juga: Jarang Dibahas: 4 Jenis Suudzon dalam Islam yang Perlu Kamu Tahu
