Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Perintah Menasihati Sesama Muslim Dengan Cara yang Baik - Fenomena Takut Menasihati karena Takut Dijauhi: Apa yang Harus Dilakukan?

ArtikelKhazanahOpini

Fenomena Takut Menasihati karena Takut Dijauhi: Apa yang Harus Dilakukan?

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/29 at 2:48 PM
Annisa Adelina
Share
Fenomena Takut Menasihati karena Takut Dijauhi: Apa yang Harus Dilakukan?
SHARE

Beritaislam.com – Di tengah kehidupan sosial yang makin sensitif, fenomena takut menasihati karena takut dijauhi menjadi hal yang nyata dirasakan banyak Muslim. Niat baik untuk saling mengingatkan sering tertahan oleh kekhawatiran dicap sok suci, ikut campur, atau bahkan kehilangan relasi. 

Contents
Perintah Menasihati Sesama Muslim Dengan Cara yang BaikPenyebab Takut Menasihati

Padahal, dalam Islam, menasihati bukan sekadar pilihan moral, melainkan bagian dari tanggung jawab keimanan yang harus dijalankan dengan adab dan hikmah.

Perintah Menasihati Sesama Muslim Dengan Cara yang Baik

Islam secara tegas memerintahkan umatnya untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. 

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-‘Asr ayat 3, 

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

Artinya: kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran. 

Ayat ini menunjukkan bahwa nasihat merupakan ciri keimanan, bukan tindakan yang boleh ditinggalkan karena rasa takut dijauhi.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim,

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa esensi agama tidak terlepas dari keberanian menyampaikan kebaikan, tentu dengan cara yang lembut dan tidak menyakiti.

Penyebab Takut Menasihati

Pertama, takut kehilangan hubungan sosial. Banyak orang menahan nasihat karena khawatir dianggap merusak suasana atau meretakkan pertemanan, terutama di lingkungan kerja dan pergaulan modern.

Kedua, pengalaman buruk di masa lalu. Pernah ditolak, disalahpahami, atau dijauhi setelah menasihati membuat seseorang trauma dan akhirnya memilih diam, meski melihat kemungkaran di depan mata.

Ketiga, kesalahan memahami konsep toleransi. Tak sedikit yang mengira bahwa menghormati orang lain berarti membiarkan kesalahan tanpa diingatkan, padahal Islam mengajarkan kasih sayang justru melalui nasihat yang bijak.

Fenomena takut menasihati karena takut dijauhi seharusnya tidak mematikan kepedulian. Islam tidak menuntut kita keras, tetapi juga tidak membenarkan sikap apatis. Yang dibutuhkan adalah niat yang lurus, cara yang tepat, dan keyakinan bahwa Allah menilai usaha, bukan hasil akhirnya.

Baca Juga: Rasulullah Sering Healing? 3 Rekomendasi Tempat Healing Untuk Kesehatan Mental

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: Perintah Menasihati Sesama Muslim Dengan Cara yang Baik
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Fenomena Menganggap Maksiat Urusan Pribadi, tapi Kok Diumbar di Sosial Media? Fenomena Menganggap Maksiat Urusan Pribadi, tapi Kok Diumbar di Sosial Media?
Next Article Kenapa Hati Mudah Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Kenapa Hati Mudah Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?